Suara.com - Suntikan booster vaksin COVID-19 dipercaya bisa meningkatkan antibodi sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi infeksi COVID-19.
Hal ini membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) berencana memberikan dosis penguat ketiga vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna untuk orang dengan sistem imun lemah.
Dilansir, FDA akan merevisi otorisasi penggunaan darurat kedua vaksin tersebut secepatnya agar memungkinkan penderita gangguan sistem kekebalan mendapatkan dosis tambahan, tulis laporan yang mengutip pihak yang mengetahui isu tersebut.
FDA sedang memantau secara saksama data yang tersedia dari sejumlah studi pemberian dosis tambahan vaksin COVID-19 resmi bagi individu yang memiliki sistem imun lemah, kata juru bicara FDA Abby Capobianco melalui sebuah pernyataan.
"FDA, bersama dengan CDC, tengah mengevaluasi opsi potensial mengenai isu ini, dan akan berbagi informasi segera," kata Capobianco.
Panel penasihat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) akan bertemu pada Jumat untuk meninjau data mengenai dosis penguat pada penderita sistem imun lemah.
Kendati tidak ada pemungutan suara yang terdaftar dalam rancangan agenda untuk pertemuan tersebut, catatan Federal Register menyebutkan bahwa ada penjadwalan rekomendasi pemungutan suara.
Berita Terkait
-
4 Cushion Serum dengan Kandungan Brightening dan Hydrating Booster
-
Skin Booster Bakal Jadi Tren Perawatan Kulit Natural yang Paling Dicari
-
Catat Prestasi, Tiga Tahun Beruntun REJURAN Indonesia Jadi Top Global Distributor
-
4 Sunscreen dengan Hydrating Booster untuk Kulit Kering dan Rentan Iritasi
-
Skin Booster vs DNA Salmon: Sama-Sama Melembapkan, Mana yang Lebih Baik untuk Kulit?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya