Suara.com - Memandang bayi yang sedang tidur sangatlah menggemaskan. Ibarat candu, mata serasa tak mau berpaling dari wajah polos mereka. Terlebih kalau melihat bayi tersenyum saat tidur. Banyak orangtua rela menunggu momen ini, ketika bayi mereka tersenyum meski matanya tetap terpejam.
Banyak orang percaya bahwa bayi tersenyum saat tidur merupakan pertanda ia sedang bermimpi indah. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa itu karena mereka mengingat waktu berada di dalam perut ibu. Mana yang benar?
Dilansir dari Bright Side, yuk cari tahu kenapa bayi tersenyum saat tidur, dan apa yang tersembunyi di balik lengkungan bibir mereka.
Bayi tersenyum bahkan sebelum mereka lahir.
Jika Anda cukup beruntung, Anda bisa melihat bayi tersenyum pada saat USG. Ya, penelitian yang mengamati lebih dari 500 wanita hamil yang melakukan USG 4D, menemukan bahwa 31 janin benar-benar tersenyum. Mereka semua tersenyum untuk waktu rata-rata masing-masing 3,21 detik. Para ilmuwan pun menyimpulkan bahwa senyum spontan terjadi bahkan terjadi ketika bayi masih dalam kandungan, dan jauh sebelum kelahiran mereka.
Tak hanya tersenyum, Anda juga mungkin akan melihat bayi Anda menguap, berkedip, dan bahkan menangis di dalam rahim. Ekspresi wajah ini adalah refleks tak sadar yang mereka kembangkan, sebagai semacam persiapan untuk saat kelahiran.
Senyum adalah tindakan refleksif dan tidak disengaja
Ekspresi wajah termasuk tersenyum dianggap sebagai tindakan refleks. Artinya, ini adalah respons langsung terhadap stimulus, yang dalam kasus bayi biasanya merupakan perasaan sejahtera di dalam dirinya. Tidak seperti kebanyakan dari kita, sangat mungkin bahwa bayi sebenarnya tidak sadar bahwa mereka sedang tersenyum, sehingga kita berbicara tentang gerakan otot mereka yang tidak disengaja, seperti ketika mereka menendang atau mengisap ibu jari.
Waktu yang tepat untuk tersenyum
Saat tidur, bayi baru lahir biasanya melewati 2 fase tidur, yaitu tidur aktif dan tidur nyenyak. Fase aktif, juga dikenal sebagai REM yang merupakan singkatan dari Rapid Eye Movement, diperkirakan dihasilkan oleh aktivitas otak yang intens. Ini terjadi sekitar 60-90 menit setelah tertidur, tetapi tidur bekerja dalam siklus, sehingga REM akan bergantian dengan tidur nyenyak juga. Namun demikian, justru selama tidur REM, kemungkinan besar kita akan melihat bayi kita tersenyum, meringis, atau meregangkan kaki mereka, sebagai tindakan yang tidak disengaja dari tubuh mereka.
Tersenyum sebagai tanggapan
Karena mereka tidak dapat berbicara, tersenyum dan menangis adalah sarana komunikasi dasar bayi di saat pertama mereka setelah lahir. Namun, Anda juga harus ingat bahwa serangkaian penelitian terpisah lainnya telah berhasil membuktikan bahwa bayi sudah menjadi makhluk sosial beberapa hari atau bahkan beberapa jam setelah dilahirkan.
Itulah mengapa senyum mereka juga bisa menjadi respon terhadap perasaan positif atau sensasi menenangkan, seperti belaian di pipi atau perasaan bersih setelah mandi. Kenangan yang menyenangkan, seperti suara, aroma, dan rasa juga bisa memicu senyum pada bayi.
Baca Juga: Alhamdulillah, Bayi Terkecil di Dunia Seberat Apel Mampu Bertahan Hidup
Bayi yang baru lahir tidak bermimpi, tetapi mereka memiliki ingatan.
Ketika kita melihat bayi yang sedang tidur nyenyak tersenyum, itu tidak berarti bahwa mereka sedang bermimpi meskipun kelihatannya seperti itu. Faktanya, ini hampir tidak mungkin, karena bayi yang baru lahir belum memiliki cukup pengalaman untuk mengingat, juga tidak memiliki kapasitas untuk berimajinasi, dan otak mereka masih berkembang untuk memperoleh kapasitas tersebut.
Tidur di minggu-minggu pertama kehidupan memiliki beberapa fungsi yang sangat spesifik termasuk membantu bayi mengembangkan otaknya, memproses informasi, dan mengkonsolidasikan memori, yang mulai terbentuk di dalam rahim. Yang terakhir, sebenarnya, dapat dibuktikan dengan mengamati bagaimana bayi dapat mengenali suara ibu atau ayahnya hanya beberapa jam setelah dilahirkan.
Apapun alasannya, momen bayi tersenyum saat tidur tetaplah jadi hal yang ditunggu-tunggu para orangtua. Bahkan, tak sedikit yang menunggu sambil memegang kamera, bersiaga kalau-kalau senyum itu muncul di bibir mungilnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak