Suara.com - Stres tidak hanya menguras emosi, tetapi juga bisa bermanifestasi secara fisik di tubuh dengan berbagai cara.
Stres bisa menimbulkan efek negatif pada kesehatan fisik akibat hormon stres. Hormon stres membanjiri tubuh dengan tujuan meningkatkan energi dan kewaspadaan, tetapi bisa memberikan efek negatif dan stres kronis.
Hannah Braye, Terapis Nutrisi di Bio-Kult dilansir dari Express, menyebutkan 5 masalah kesehatan yang disebabkan oleh stres dan cara mengatasinya.
Stres telah dikaitkan dengan banyak masalah kulit maupun memperburuk masalah kulit yang sudah ada. Hormon stres seperti kortisol bisa memicu pelepasan senyawa inflamasi oleh sel-sel kulit, berkontribusi pada kondisi seperti psoriasis, eksim atopik, alopecia, rosacea, dan jerawat.
2. Disregulasi kekebalan
Hormon stres yang disebut kortisol bisa menekan sel-sel kekebalan, sehingga melemahkan kemampuan tubuh kita melawan kuman, virus dan penyakit lainnya. Hal ini akan membuat kita lebih rentan terhadap infeksi penyakit ketika stres.
"Stres tinggi adalah faktor risiko besar untuk perkembangan kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan menjadi bingung dan menyerang sel Anda sendiri secara tidak benar," kata Hannah.
3. Ketidaknyamanan pencernaan
Baca Juga: Rusia Dikabarkan Menentang Rencana WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona
Otak dan sistem pencernaan kita terhubung melalui saraf vagus, sehingga gejala akan lebih sering muncul di usus atau sebaliknya ketika otak stres.
Hannah menjelaskan stres juga salah satu pemicu terbesar Irritable Bowel Syndrome (IBS). Stres bisa mengganggu campuran bakteri di usus dan mengurangi jumlah strain yang menguntungkan, sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan berlebih patogen.
4. Disregulasi gula darah
Hannah menjelaskan salah satu efek kortisol dan hormon stres lainnya adalah melepaskan glukosa dan membanjiri aliran darah, sehingga ada banyak yang tersedia untuk digunakan oleh otot dan otak.
Padahal, kadar glukosa yang tinggi dalam aliran darah bisa memberikan konsekuensi negatif pada kesehatan kita, seperti meningkatkan risiko resistensi insulin, kelebihan berat badan, dan menurunkan tingkat energi.
5. Intoleransi makanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS