Suara.com - Anak-anak yang alami gangguan kesehatan jiwa atau mental sangat rentan jadi perokok aktif hingga terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong seluruh pihak, terutama anak dan remaja, agar berperan aktif menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) dalam mencegah juga melindungi diri sendiri, teman sebaya, keluarga, dan masyarakat di lingkungannya agar tidak terpapar bahaya rokok dan narkoba.
“Rokok dengan segala keburukannya turut menghambat pertumbuhan dan perkembangan maksimal anak, melanggar hak anak, dan merusak sistem kesehatan anak," kata Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan Dan Pendidikan Kemen PPPA Entos Zaenal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/8/2021).
Entis menambahkan, merokok juga menjadi awal mula anak terjerumus dalam bahaya narkoba karena telah mengenal zat adiktif melalui rokok. Bahaya rokok lainnya bagi kesehatan juga bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti paru-paru kronis, stroke, serangan jantung, kanker, hingga kemandulan.
Akan tetapi, kondisi pandemi Covid-19 yang juga turut memberikan berbagai dampak negatif pada kesehatan jiwa anak.
Entos menyampaikan, sebelum pandemi, kondisi kesehatan jiwa anak berdasarkan hasil Survey Nasional Kesehatan Berbasis Sekolah di Indonesia pada 2015 menunjukkan 6,16 persen siswa hampir atau selalu merasa kesepian; 4,57 persen siswa hampir setiap saat selalu mengkhawatirkan sesuatu sehingga tidak bisa tidur malam; dan 5,4 persen siswa memikirkan ingin bunuh diri.
"Kondisi kesehatan mental anak-anak saat pandemi seperti sekarang ini dikhawatirkan jauh lebih tidak baik,’’ imbuhnya.
Agar gangguan kesehatan jiwa pada anak itu tidak berujung menjadi kecanduan rokok, Entos mengajak anak terlibat melalui Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor (2P). Lewat forum tersebut anak bisa berperan aktif bersama teman sebayanya dalam mencegah paparan rokok di lingkungan terdekatnya.
“Forum Anak menjadi wadah bagi anak-anak dalam mengungkapkan persoalan yang dihadapi teman-teman sebayanya di berbagai wilayah Indonesia. Untuk itu, sangat penting melakukan upaya pencegahan terkait persoalan kesehatan jiwa pada anak melalui peran Forum Anak," kata Entos.
Baca Juga: Mantan Caleg PKPI Jadi Tersangka Pengedar Narkoba dan Pengguna Sabu-sabu
Lebih lanjut, Entos menegaskan pentingnya keterlibatan dan sinergi seluruh pihak untuk melindungi kesehatan jiwa anak sebagai generasi penerus dengan mencegah agar tidak terjerumus dalam bahaya rokok dan Narkoba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa