Suara.com - Fibrilasi atrium (AF) merupakan salah satu gangguan irama jantung yang tidak mengancam jiwa, tetapi cukup menyebabkan ketidaknyamanan dan membutuhkan perawatan medis.
Sebuah studi menemukan bahwa gangguan irama jantung ini juga berkaitan erat dengan sistem kerja secara shift. Orang yang sering bekerja shift malam dalam jangka waktu lama berisiko tinggi mengalami fibrilasi atrium.
Penelitian mengenai fibrilasi atrium dan orang yang kerja shift malam ini mengambil data dari 283.657 orang dewasa di Inggris. Para peneliti menemukan bahwa kerja shift malam jangka panjang meningkatkan risiko fibrilasi atrium secara signifikan.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang yang bekerja antara 3 hingga 8 kali shift malam dalam sebulan selama 10 tahun atau lebih memiliki risiko fibrilasi atrium hingga 22 persen.
Setelah mempertimbangkan semua faktor gaya hidup, hasilnya menunjukkan bahwa orang yang bekerja shift malam secara teratur memiliki risiko fibrilasi atrium sebesar 12 persen dibandingkan orang yang sering bekerja di siang hari.
Makalah yang diterbitkan dalam European Heart Journal juga menarik hubungan antara kerja shift malam dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner (PJK).
"Kerja shift malam juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, tetapi tidak stroke atau gagal jantung," kata para peneliti dikutip dari Express.
Mereka mengatakan temuan itu bisa memiliki implikasi yang signifikan untuk pencegahan fibrilasi atrium. Salah satu peneliti dalam studi itu menyarankan jangan terlalu sering bekerja shift malam dan bekerjalah dalam waktu yang lebih singkat untuk menjaga kesehatan jantung.
Profesor Yingli Lu dari Shanghai Ninth People's Hospital di China mengatakan Penelitian ini memang tidak menunjukkan hubungan sebab Akibat antara kerja shift malam dan fibrilasi atrium serta penyakit jantung. Tapi, hasil penelitian timnya menunjukkan bahwa kerja shift malam bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Baca Juga: Bisakah Anda Terinfeksi 2 Varian Virus Corona Covid-19?
"Kami menyarankan untuk mengurangi frekuensi dan durasi kerja shift malam demi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah," jelasnya.
Lu Qi dari Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine di New Orleans mengatakan jenis kelamin dan olahraga juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Lu Qi menemukan wanita lebih rentan mengalami fibrilasi atrium dibandingkan pria ketika bekerja shift malam selama lebih dari 10 tahun. Risiko fibrilasi atrium ini juga akan meningkat secara signifikan sebesar 64 persen dibandingkan pekerja harian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?