Suara.com - Nyamuk salah satu binatang berukuran kecil yang bisa menyebabkan berbagai penyakit mematikan yang ditularkan melalui vektor. Bahkan nyamuk termasuk di antara binatang paling mematikan di dunia, karena sudah menewaskan lebih dari 7 lakh orang setiap tahunnya.
Ada beberapa jenis nyamuk yang bertindak sebagai vektor untuk menularkan penyakit berbeda pula. Misalnya, nyamuk Aedes yang bisa menyebabkan chikungunya, demam berdarah, filariasis limfatik, demam rift valley, demam kuning, dam zika.
Nyamuk Anopheles yang bisa menyebabkan malaria dan filariasis limfatik. Lalu, nyamuk culex yang bisa menyebabkan ensefalitis, filiariasis limfatik, dan demam west nile.
Berikut ini dilansir dari The Hans India, beberapa penyakit mematikan yang disebabkan oleh nyamuk.
1. Malaria
Nyamuk anopheles betina merupakan vektor utama penyakit malaria yang berkembang biak di genangan air hujan dan genangan air, kolam dasar sunga, saluran irigasi, rembesan, lubang, sawah, sumur, tepi kolam, aliran lambat dengan tepi berpasir. Nyamuk ini biasanya menggigit ketika senja dan fajar.
2. Dengue
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang biasanya penderita menunjukkan gejalanya setelah 3 hingga 14 hari terinfeksi. Gejala penyakit dengue termasuk demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, muntah, nyeri otot, dan ruam kulit. Masa pemulihan penyakit dengue bisa memakan waktu 2 hingga 7 hari.
Selain itu, dengue juga bisa berkembang menjadi demam berdarah sebagai bentuk masalah kesehatan yang lebih parah. Gejalanya berupa pendarahan di bawah kulit dan muntah terus-menerus.
Baca Juga: WHO Panggil Ahli Untuk Investigasi Asal-usul Virus Corona
3. Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan dari nyamuk ke manusia. Gejalanya meliputi demam, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, dan ruam.
Dalam banyak kasus, pasien akan membaik dalam waktu seminggu. Tapi, terkadang nyeri sendi akibat chikungunya bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Beberapa gejala chikungunya biasanya mirip dengan virus zika dan demam berdarah, sehingga sulit didiagnosis. Karena itu, pemeriksaan medis menyeluruh sangat diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional