Suara.com - Pembentukan otot demi memiliki perut sixpack atau lengan dan kaki yang kekar menjadi tujuan sejumlah pria menghabiskan waktu di gym.
Namun awas, olahraga dan latihan yang dilakukan bisa sia-sia jika masih tertipu oleh mitos yang beredar tentang pembentukan otot.
Melansir Insider, sejumlah mitos ini bahkan bisa menghambat proses pembentukan otot yang Anda lakukan. Apa saja?
1. Jika tidak digunakan, otot berubah menjadi lemak
Anjuran rutin olahraga agar otot tidak berubah menjadi lemak paling sering dikatakan oleh personal trainer, saat Anda pertama kali menggunakan gym.
Namun menurut Curtis Christopherson, CEO Innovative Fitness, hal tersebut tidak benar. Sebab, otot hanya mengendur dan mengecil ketika tidak digunakan, bukannya berubah menjadi lemak.
2. Latihan pagi hari paling baik untuk pembentukan otot
Sejumlah studi membuktikan bahwa intensitas latihan, bukan waktunya, yang paling menentukan terkait pembentukan otot.
Namun menurut Christopherson, sesuaikan jadwal latihan dengan kondisi tubuh. Jika Anda lebih fit di sore hari, tidak ada salahnya melakukan latihan di waktu tersebut.
Baca Juga: Kapan Saraf Kejepit Perlu Tindakan Operasi? Ini Kata Ahli
3. Otot lebih berat dari lemak
Sejumlah orang akan mengalami kenaikan berat badan ketika otot sudah terbentuk. Namun, ini bukan berarti otot lebih berat dari lemak.
Menurut Marques Garcia, MS, otot dan lemak memiliki berat yang sama jika ditimbang. Dalam artian, 1 kilogram lemak sama dengan 1 kilogram otot.
Hanya saja keduanya memiliki komposisi yang berbeda. Otot memiliki bentuk lebih kecil, sehingga tidak menggunakan banyak tempat di dalam tubuh.
4. Membentuk otot harus dilakukan dengan angkat beban
Mengangkat beban baik untuk melatih otot. Meski begitu, Christopherson menekankan bahwa angkat beban satu-satunya latihan untuk membentuk otot.
Ia menyebut pembentukan otot dilakukan dengan membuatnya berada dalam tekanan selama mungkin. Untuk mendapatkan hasil ini, latihan dengan badan seperti push up juga bisa bermanfaat.
5. Wajib konsumsi protein usai latihan
Mitos ini dipopulerkan oleh para personal trainer yang mengklaim protein bermanfaat untuk mempercepat pemulihan otot usai latihan.
Padahal menurut sebuah studi tahun 2019, ditemukan bahwa manfaat konsumsi protein tidak lebih besar daripada mengosumsi minuman berenergi usai latihan.
Itulah daftar mitos seputar pembentukan otot yang wajib diketahui pria.
Berita Terkait
-
7 Merek Vitamin Pemulihan Otot Setelah Lari, Bantu Tubuh Cepat Fit dan Segar
-
Bukan Hanya Milik Lansia, Usia 20-an Juga Bisa Kehilangan Massa Otot
-
Rahasia Gelap di Balik Duduk Terlalu Lama: Dari Otot Menyusut Hingga Mood Ambyar
-
Latihannya Sudah Keras Tapi Otot Tak Kunjung Besar? Cek 5 Kesalahan Fatal Ini Sekarang
-
5 Inovasi Gym Modern: Tak Lagi Hanya Soal Bentuk Tubuh dan Otot, Tapi Juga Mental!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia