Suara.com - Dokter Top AS Anthony Fauci mendukung vaksinasi COVID-19 wajib bagi anak-anak yang datang ke sekolah tatap muka. Komentar itu ia ucapkan di tengah lonjakan virus corona varianDelta yang sangat menular
"Saya yakin bahwa kewajiban vaksin untuk anak-anak yang hadir di sekolah adalah ide yang bagus," kata Fauci dikutip dari ANTARA,
"Kami telah melakukan ini selama puluhan tahun, mewajibkan vaksinasi polio, campak, gondok, rubella dan hepatitis".
Seperti diketahui, di Amerika sendiri saat ini anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin Covid-19.
Namun, Fauci dalam wawancara terpisah di program "This Week" ABC, mengatakan harusnya ada data yang cukup pada awal Oktober bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) untuk mempertimbangkan apakah vaksin aman untuk anak-anak di bawah usia itu.
"Saya rasa ada peluang yang beralasan" bahwa vaksin Moderna atau Pfizer-BioNTech bisa mengantongi izin FDA untuk anak di bawah usia 12 tahun sebelum musim liburan mendatang, kata Fauci, direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan Alergi dan penasihat medis Gedung Putih, Selasa lalu.
Ketika sekolah dibuka lagi pada musim gugur, lonjakan kasus Covid-19 telah menimbulkan gangguan yang sangat berarti.
Puluhan sekolah di seluruh wilayah Amerika menunda awal tahun ajaran atau menutup sekolah sejak dibuka pada Agustus, menurut data di situs pelacakan Burbio.
Data itu menunjukkan sejauh ini dampak terparah terhadap sekolah terjadi di Selatan, pusat wabah saat ini namun memiliki tingkat vaksinasi terendah di negara tersebut.
Baca Juga: Sekolah di Jakarta Dibuka Lagi, Epidemiolog: Enggak Usah Ada Pelajaran Menyanyi
Pembukaan kembali sekolah juga berkontribusi pada krisis pasokan tes Covid-19 di AS lantaran pihak sekolah mengaktifkan kembali program pengawasan yang membutuhkan puluhan juta tes, menurut pejabat kesehatan setempat dan eksekutif industri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital