Suara.com - Stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia yang bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Kondisi ini bisa ditandani dengan kelemahan, kesulitan berbicara, kebingungan hingga cacat parah.
Tapi, masalah kulit juga bisa menjadi salah satu gejala stroke. Sebuah studi menemukan bahwa hampir 2 juta orang mengalami eksim yang meningkatkan risiko stroke.
Sekitar 1 dari 10 orang yang menderita eksim, kondisi peradangan kronis yang membuat kulit kering dan gatal. Orang dengan kondisi parah mungkin juga mengalami ruam bersisik atau kulit pecah-pecah.
Masalah kulit ini juga bisa diperburuk oleh penurunan suhu tubuh yang menyedot kelembapan kulit.
Studi yang diterbitkan oleh British Medical Journal, menemukan bahwa eksim parah pada orang dewasa berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung, fibrilasi atrium, dan stroke.
Dilansir dari Express, sebuah tim yang dipimpin oleh London School Hygiene and Tropical Medicine menganalisis data lebih dari 385.000 orang dewasa dengan eksim atopik.
Data ini diperiksa silang dengan pasien yang tidak memiliki eksim. Pasien dimasukkan ke dalam kelompok eksim atopik ringan, sedang atau berat dan dipantau selama rata-rata lima tahun.
Insiden kardiovaskular utama dicatat selama masa tindak lanjut, termasuk serangan jantung, angina tidak stabil, gagal jantung, detak jantung tidak teratur, stroke, dan kematian kardiovaskular.
Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pasien yang didiagnosis dengan eksim parah memiliki 20 persen peningkatan risiko stroke dan 40 hingga 50 persen peningkatan risiko serangan jantung, fibrilasi atrium, dan kematian kardiovaskular.
Baca Juga: Baru Lagi, Ahli Temukan Varian Virus Corona C.1.2 Mirip Varian Delta
Hasil penelitian tetap konsisten setelah semua faktor yang mendasari diperhitungkan. Peneliti mengatakan eksim atopik aktif yang parah berkaitan dengan peningkatan risiko kardiovaskular.
Studi ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat antara penyakit kardiovaskular. Tapi, para peneliti percaya bahwa hubungan tersebut bisa disebabkan oleh masalah autoimun.
Selanjutnya, risiko mengembangkan masalah kardiovaskular setelah diagnosis eksim tetap relatif rendah.
Setiap tahun, 25 dari 10.000 pasien akan mengalami gagal jantung dibandingkan dengan 21 dari setiap 10.000 orang yang tidak memilikinya.
Ada dua jenis stroke, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Menurut NHS, semakin cepat seseorang menerima perawatan untuk stroke, maka semakin sedikit dampak buruk yang terjadi.
Stroke biasanya diobati dengan obat-obatan. Kondisi ini termasuk obat-obatan untuk mencegah dan melarutkan pembekuan darah, mengurangi tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak