Suara.com - Seiring dengan penurunan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir, menambah harapan Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19, menurun jadi epidemi dan akhirnya berubah status jadi endemik.
Namun, sudahkah kita tahu perbedaan status pandemi, epidemi dan endemik dalam menyebaran suatu penyakit, yang penting dipahami untuk mengetahui seberapa berisiko penyakit menyebar di masyarakat.
Mengutip situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Kamis (2/9/2021) berikut penjelasan tingkat penyebaran penyakit di masyarakat yang perlu diwaspadai:
1. Endemik
Status ini menjelaskan jika suatu penyakit akan tetap terus ada dan terjadi di kelompok masyarakat tertentu. Endemik adalah status penyebaran penyakit yang paling dasar dan paling rendah.
Meski paling rendah, bukan berarti status ini yang diharapkan, karena idealnya para ahli tetap menginginkan penyakit berhasil dimusnahkan seutuhnya, atau 0 kasus di masyarakat.
Walau begitu, level endemik adalah harapan penularan penyakit paling aman dan terkendali, sehingga manusia sudah bisa beraktivitas normal tanpa khawatir terinfeksi penyakit, dan hanya cukup lakukan tindakan pencegahan.
Tolok ukur endemik, biasanya kasus penyakit masih akan terus ditemukan secara konsisten di satu wilayah geografis. Biasanya terjadi di negara atau wilayah dengan ekonomi terbelakang, seperti tidak tersedianya akses air bersih, buruknya sistem kesehatan, dan sebagainya.
Beberapa penyakit yang berstatus endemik saat ini di antaranya influenza, demam berdarah dengue (DBD), malaria, tuberkulosis (TB), hepatitis, kusta, leptospirosis, dan sebagainya.
Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Sumut Hanya 233 Orang hingga Juli 2021
2. Epidemi
Status sebaran penyakit ini secara global lebih tinggi dari endemik. Epidemi adalah meningkatnya kasus penyakit secara tiba-tiba dan jumlah meningkat drastis.
Epidemi juga setara dengan istilah wabah penyakit yang terjadi pada wilayah atau daerah tertentu. Biasanya epidemi disebabkan karena kehadiran satu orang pembawa sumber penyakit, lalu menular ke beberapa orang sekaligus.
Sumber penyakit epidemi juga beragam, seperti virus dari hewan ke manusia (zoonotik), kuman yang terkandung di air lingkungan tempat tinggal menyebabkan penyakit, atau bisa juga bersumber zat kimia yang merusak kesehatan beberapa orang sekaligus.
Intinya penyakit penyebab epidemi, berasal dari sumber yang sama dan menyebabkan puluhan, bahkan ratusan orang sakit dalam waktu bersamaan secara cepat dan mendadak.
Selain itu, beberapa penyakit atau virus yang menjadi sumber epidemi biasanya belum diketahui oleh khalayak umum, baik cara pencegahan dan penyebab sumber penularan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan