Suara.com - Ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh atau omega 3 untuk membantu meredakan kecemasan dan stres.
Kecemasan dan stres memang harus diwaspadai karena bisa memicu gangguan kesehatan mental, yang kian marak ditemui di masa pandemi Covid-19 ini. Itu sebabnya, mengelola stres jadi hal penting yang harus dilakukan saat ini.
"Semua orang punya level stres yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan penanganan berbeda. Tapi dari sisi gizi, asupan omega 3 itu bisa berperan mengelola stres," ujar dr. Arti dalam acara diskusi bersama Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Jaya, Kamis (2/9/2021).
Hal ini juga terbukti dari penelitian yang dilakukan Ohio State University Center for Clinical and Translational Science (CCTS) selama 30 tahun lamanya, yang menunjukan bahwa omega 3 bisa meredakan stres yang disebabkan karena kecemasan.
Sementara itu mengutip Hello Sehat, berikut ini 5 sumber makanan tinggi omega 3 untuk meredakan stres dan kecemasan:
1. Ikan teri
Masuk dalam makanan berukuran mini, ikan teri mengandung lemak omega 3. Pada 50 gram ikan teri terdapat 1.060 mg asam lemak omega-3. Jumlah ini bahkan melebihi rekomendasi asupan omega-3 harian bagi orang dewasa.
Tidak hanya omega 3, ikan teri juga termasuk makanan yang mengandung vitamin B3, selenium, dan terutama kalsium. Berkat kandungan gizinya, konsumsi ikan teri terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida, kolesterol total, dan tekanan darah.
2. Sarden
Ikan sarden juga merupakan sumber dari asam lemak omega 3. Sebanyak 100 gram ikan sarden mengandung 1.480 miligram omega 3 serta berbagai zat gizi mikro seperti vitamin B12, vitamin D, dan selenium.
Meskipun ukurannya kecil, sarden merupakan bahan makanan dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Apalagi bila Anda mengonsumsinya secara utuh. Tinggal pilih cara memasak favorit Anda, tapi usahakan untuk tidak menggunakan banyak minyak.
Baca Juga: Merasa Lebih Muda dari Usia Sebenarnya Ternyata Baik untuk Kesehatan
3. Kedelai
Asam lemak omega 3 juga bisa ditemukan dalam kacang kedelai. Dalam setiap 50 gram kacang kedelai, terkandung 721 miligram omega 3 yang sudah melebihi 100 persen rekomendasi asupan omega 3 harian.
Kacang kedelai juga mengandung vitamin B, folat, vitamin K, magnesium, dan kalium yang menyehatkan tubuh. Selain dikonsumsi langsung, bisa juga menikmati berbagai makan olahan dari kedelai, seperti tahu, tempe, minyak kedelai, maupun susu kedelai.
4. Ikan salmon
Masuk dalam deretan makanan yang mengandung banyak omega 3, karena setiap 100 gram salmon mengandung 2.260 miligram omega 3. Jumlah ini jauh melebihi rekomendasi asupan omega 3 harian sebesar 250 hingga 500 miligram.
Kandungan lemak menyehatkan pada salmon justru bermanfaat bagi otak dan jantung. Berbagai penelitian bahkan menemukan bahwa konsumsi ikan berlemak seperti salmon dapat menurunkan risiko pikun dan penyakit jantung.
5. Biji kenari
Kacang-kacangan yang biasanya menjadi camilan ini tergolong sebagai makanan yang mengandung omega 3. Kacang kenari termasuk jenis kacang yang kandungan omega 3-nya paling tinggi, yakni sekitar 2.570 miligram untuk setiap 28 gram.
Kacang dengan bentuk mirip otak manusia ini juga dilengkapi dengan antioksidan, serat, vitamin E, serta mineral mangan dan tembaga. Kacang ini bisa dinikmati secara langsung atau menambahkannya ke dalam kue atau yogurt.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia