Suara.com - Stroke adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, tapi tidak semua insiden mengakibatkan kematian. Kondisi ini terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu, menyebabkan pusing, lemas atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh.
Dominasi tangan kanan atau kiri bisa membantu menentukan risiko stroke akut. Karena itu, kebiasaan seseorang dalam menggunakan tangannya bisa memberikan tanda risiko seseorang terkena stroke.
Dominasi tangan termasuk faktor penting dalam kinerja keterampilan motorik. Maksudnya, tangan yang dominan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.
Sejauh ini, diprediksi hanya ada 10 persen orang kidal atau kebiasaan menggunakan tangan kiri. Tapi, tak banyak orang yang tahu arti kebiasaan menggunakan tangan kiri atau kanan untuk fungsi otak.
Para peneliti telah mengamati hubungan antara stroke dan kebiasaan pasien dalam menggunakan tangannya.
Satu studi menemukan bahwa pasien stroke yang kidal cenderung mengalami proses pemulihan berbicara yang lebih lambat.
Dokter Athwal, Konsultan Neurologis di Pusat Rehabilitasi Stroke Rumah Sakit Wellington, mengatakan setiap masalah yang mempengaruhi otak, termasuk stroke bisa bermanifestasi secara berbeda, tergantung pada penggunaan tangannya.
"Ahli saraf biasanya bertanya kepada orang-orang, mereka kidal atau tidak untuk memahami efek stroke lebih dalam. Handedness mencerminkan sisi mana dari otak seseorang yang berisi belahan otak dominan dan sisi mana belahan otak yang tidak dominan," kata Dokter Athwal dikutip dari Express.
Pada orang yang tidak kidal, belahan otak yang dominan ada di sebelah kiri. Selanjutnya, beberapa penelitian menemukan bahwa stroke akan menghasilkan gejala yang berbeda tergantung pada serangan stroke itu terjadi di sisi kiri atau kanan otak.
Baca Juga: FDA Sebut Pasien Virus Corona Harus Suntik Vaksin Covid-19
Sebagian besar pasien kidal dan 70 persen pasien kidal memiliki pusat bahasa yang terletak di belahan kiri otak.
Lalu, 10 persen pasien kidal lainnya menggunakan kedua belahan otak untuk mengontrol fungsi bahasa.
"Satu perbedaan penting antara sisi kanan dan kiri adalah fungsi bahasa. Ini adalah kemampuan untuk mengekspresikan dan memahami bahasa dalam segala bentuknya, bukan hanya berbicara," jelasnya.
Pada hampir semua orang yang tidak kidal dan setengah dari orang yang kidal, pusat bahasa berada di sebelah kiri, tepatnya bagian lobus temporal kiri.
Dalam hal ini, stroke bisa mempengaruhi kemampuannya untuk memahami atau mengekspresikan bahasa maupun keduanya.
Karena bahasa adalah fungsi yang sangat penting, stroke di sisi kiri otak dapat memiliki dampak yang lebih besar daripada di kanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien