Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa setiap langkah saat jalan kaki bisa menambah tahun dalam hidup Anda. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal JAMA Network Open.
Melansir dari Medical Xpress, penelitian ini menunjukkan
bahwa orang-orang yang mengambil sekitar 7.000 langkah sehari memiliki risiko kematian 50 persen hingga 70 persen lebih rendah dari semua penyebab selama setelah 11 tahun masa tindak lanjut. Temuan ini diadakan untuk pria dan perempuan paruh baya kulit hitam dan putih.
Studi ini dipimpin oleh Amanda Paluch, asisten profesor di departemen kinesiologi Universitas Massachusetts.
"Perangkat penghitung langkah dapat menjadi alat yang berguna untuk memantau dan mempromosikan aktivitas di masyarakat umum dan untuk komunikasi pasien-dokter," kata Paluch.
"Langkah per hari adalah metrik yang sederhana dan mudah dipantau dan mendapatkan lebih banyak langkah per hari mungkin adalah cara yang baik untuk meningkatkan kesehatan," imbuhnya.
Palutch menambahkan bahwa 7.000 langkah per hari mungkin menjadi tujuan besar bagi banyak individu yang saat ini tidak mencapai jumlah ini.
"Kami juga menemukan dalam penelitian kami bahwa mengumpulkan lebih banyak langkah setiap hari dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah secara bertahap," kata Paluch.
"Ini adalah penelitian yang sangat bagus dengan pesan yang bagus, yakni hidup lebih lama dengan lebih banyak berjalan," kata Dr. Guy Mintz, direktur kesehatan kardiovaskular Northwell Health di Rumah Sakit Jantung Sandra Atlas Bass Manhasset, New York yang tak terlibat dalam penelitian.
Baca Juga: Zodiak Kesehatan 5 September 2021: Emosi Leo Mudah Tersulut Hari Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker