Suara.com - Porsi olahraga antara orang awam dengan atlet tentu sangat berbeda. Ini lantaran bertujuan untuk meraih prestasi, tak heran porsi olahraga pada atlet berkali lipat lebih banyak.
Meski begitu, atlet juga tetap punya risiko kegemukan walaupun setiap hari aktivitasnya terus menguras kalori.
Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto, Sp.KO., menjelaskan bahwa semakin berat latihan seorang atlet maka jumlah porsi makan yang dibutuhkannya juga akan lebih banyak.
"Tentu saja (atlet risiko kegemukan). Orang lapar, makan. Makan, punya tenaga, kemudian dia berolahraga berarti makanan itu dicerna dan dibakar lagi, (energi) habis lapar lagi, ya makan lagi. Dia latihan lebih berat kemudian habis lagi, makan lebih banyak lagi. Apa jadi engga gemuk," kata dokter Michael saat dihubungi suara.com, Rabu (8/9/2021).
Ia menambahkan, porsi makan atlet juga rata-rata dua hingga tiga kali lebih banyak dari orang awam.
"Biasanya kita harapkan 4.000 sampai 6.000 kilo kalori. Tapi itu disesuaikan, enggak ke semuanya. Misalnya atlet muda. Pada beberapa atlet memang dipaksakan harus banyak, karena harus mengonsumsi dalam protein banyak supaya ototnya jadi," ucapnya.
"Tapi ada juga atlet yang harus dijaga makannya, misalnya atlet cabang senam, cabang balet. Setiap cabang olahraga berbeda, karena itu kita gak bisa dipukul rata. Tergantung dari kondisi yang dibutuhkan," imbuh dokter Michael.
Oleh sebab itu, salah satu peran dokter olahraga harus memastikan pola makan atlet sesuai kebutuhan juga nutrisi yang dikonsumsinya harus baik. Keharusan makan dengan porsi banyak itu lah yang bisa jadi bumerang bagi atlet berisiko alami kegemukan.
"Kalau engga dikontrol nutrisinya, makanannya banyak yang goreng-goreng, banyak lemak, minumannya gulanya terlalu banyak, apa pun kebanyaka gak bagus," ujarnya.
Baca Juga: Link Twibbon Haornas 2021, Yuk Buat dan Pasang di Medsos!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun