Health / Konsultasi
Kamis, 09 September 2021 | 10:51 WIB
Ilustrasi Vaksin (Pexels/Gustavo)

Suara.com - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap penyebab mengapa negara berpenghasilan rendah kesulitan mendapatkan vaksin Covid-19.

Pengungkapan itu juga diiringi dengan pernyataan bahwa WHO sangat tidak menganjurkan vaksin booster di negara kaya, jika sebaran vaksin belum merata ke seluruh dunia.

Berita mengenai sebab musabab negara miskin tidak mendapat vaksin Covid-19 masuk dalam daftar berita kanal Health paling populer di Suara.com hari ini.

1. WHO Ungkap Penyebab Negara Miskin Sulit Dapat Pasokan Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menemukan penyebab mengapa negara berpenghasilan rendah sulit mendapat pasokan vaksin Covid-19.

Kepala WHO Tedros Adhanom mengungkapkan, hal itu lantaran produsen vaksin memprioritaskan negara kaya yang mampu membeli vaksin dengan harga dolar tinggi.

Baca selengkapnya

2. Update Covid-19 Global: 3 Varian Virus Corona yang Jadi Perhatian Ilmuwan Saat Ini

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Update Covid-19 global hari ini Kamis (9/9) pukul 07.00 WIB tercatat lebih dari 223,36 juta orang telah dan masih terinfeksi virus corona dengan angka kematian mencapai lebih dari 4,6 juta jiwa.

Baca Juga: Begini Cara Masyarakat Adat Bertahan Hidup Melawan Covid-19 dan Gempuran Investor

Data pada situs worldometers, kasus positif bertambah sebanyak 584.942 infeksi dalam 24 jam terakhir. Juga angka kematian yang bertambah 9.526 jiwa dalam sehari.

Baca selengkapnya

3. Termasuk Hilangnya Rasa, Covid-19 Sebabkan Beragam Masalah Kesehatan Mulut Berikut

Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Virus Corona Covid-19 tak hanya pengaruhi pernapasan, namun juga kesehatan mulut Anda. Setidaknya ada beberapa masalah mulut yang dilaporkan usai infeksi Covid-19.

Melansir dari Medicinenet, banyak pasien Covid-19 melaporkan indera perasa yang hilang atau berubah, mulut kering, dan luka di area mulut. Hal ini dilaporkan dalam penelitian yang disusun oleh peneliti Brasil. 

Baca selengkapnya

Load More