Health / Konsultasi
Kamis, 09 September 2021 | 11:40 WIB
Ilustrasi atlet. (Unsplash)

"Dengan demikian kita bisa tetap izinkan atlet latihan tapi tidak terlalu berat, disesuaikan gerakan-gerakannya. Untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut, kita berikan support pada otot yang belum kuat, kita berikan obat-obatan. Jadi bukan sekedar dokter itu kalau ada cedera," tambah dr. Michael.

4. Menjaga psikologis atlet
Dalam pertandingan olahraga, kerap kali bukan hanya adu fisik yang terjadi. Tetapi juga mental. Menurut dr. Michael, mental atlet bahkan harus tetap dipantau sejak masih dalam fase latihan.

Misalnya, seorang atlet yang mengalami cedera pada sebagian tubuh tertentu bukan berarti sama sekali tidak bisa berlatih. Saat itu pula dokter akan menganjurkan latihan tertentu pada pelatih agar tidak membebankan area tubuh yang cedera.

"Jangan sampai atlet merasa kalau belum sehat betul maka dia tidak bisa latihan. Tidak ada atlet yang seperti itu, semua atlet itu isinya cedera. Jadi 'dipaksakan' sesuai dengan tingkat kemampuan dia," pungkas dr. Michael.

Load More