Suara.com - Banyak orang tua baru tahu bahwa anak mereka lahir dengan disabilitas mental seperti autisme ketika mereka lahir. Kini sebuah perusahaan di Swiss mengklaim mereka dapat menerjemahkan dengan tepat tangisan bayi dan medeteksi autisme.
Inisiati ini bermla ketika ilmuwan ilmuwan Ana Laguna punya anak pertama pada tahun 2016. Ia berniat menerjemahkan tangisan bayi yang baru lahir.
Setelah menemukan beberapa sumber untuk membantunya menafsirkan isak tangis, dia memutuskan untuk merekamnya dan mencari polanya sendiri.
Perempuan yang sekarang berusia 33 tahun kemudian meningkatkan proyeknya menjadi perusahaan yang lengkap, dan dengan demikian Zoundream lahir.
“Banyak proyek muncul karena kesalahan atau kebutuhan. Milik saya adalah salah satu yang terakhir, ”kata Laguna kepada Insider of Zoundream.
Fondasi perusahaan dan perangkat lunaknya didasarkan pada ribuan jam tangisan bayi internasional yang dianalisis menggunakan sistem untuk mengukur kebisingan yang disebut spektogram.
Setelah mempelajari kumpulan besar suara teriakan anak-anak, Laguna dan timnya menciptakan sistem klasifikasi tangisan bayi yang dibagi menjadi: lapar, sakit, kembung, dan ingin kasih sayang.
Hebatnya, terlepas dari keragaman besar bahasa yang digunakan di seluruh dunia, manusia yang baru lahir semuanya berbagi satu bahasa universal, dan Laguna menemukan bahwa, misalnya, sementara bayi Jerman mungkin terdengar sedikit berbeda dari bayi Amerika, keduanya mengekspresikan sentimen yang sama.
Oktober lalu, Zoundream mengumpulkan hanya di bawah $1 juta. Penggalangan dana yang sukses, serta umpan balik positif dari pengguna, mendorong Laguna dan tim Zoundream untuk memperluas perusahaan tidak hanya menerjemahkan bayi tetapi juga membuat diagnosis autisme dini.
Baca Juga: Saudara Tiri Berulah, Pasangan Kekasih Ini Diabaikan Tamu Saat Gelar Acara Lamaran, Sedih!
Meskipun mungkin tidak terkait secara jelas, menentukan apa arti tangisan anak-anak dan apakah mereka menderita autisme sebenarnya ada hubungannya dengan serangkaian analisis karakter yang serupa.
“Tangisan seorang anak dengan spektrum autis sangat khas - sangat serak. Anda bisa melihatnya dengan cukup jelas di spektogram,” kata Laguna. Kemampuan untuk secara akurat mendiagnosis kecacatan perkembangan di awal kehidupan bisa menjadi rejeki nomplok bagi anak-anak yang terkena dampak.
“Dalam kasus diagnosis dini,” katanya, “autisme terdeteksi sekitar usia 2 tahun. Bayangkan perbaikannya jika bisa dilakukan sebelum usia 6 bulan.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi