Suara.com - European Medicines Agency (EMA) mengonfirmasi efek samping baru dari dua vaksin Covid-19, yakni vaksin Pfizer dan vaksin Moderna.
Pada sebagian orang, vaksin Moderna terbukti menyebabkan hipoestesia, yakni berkurangnya sensasi sentuhan, rasa sakit dan suhu.
Efek samping hipoestesia akibat vaksin Covid-19 ini mempengaruhi setidaknya 1 dari 1.000 orang yang juga membawa risiko sama, seperti pembengkakan wajah atau kelumpuhan wajah perifer akut.
Orang yang pernah menjalani perawatan kecantikan wajah dengan metode suntik akan lebih rentan terhadap pembengkakan wajah. Adapun kelumpuhan wajah perifer akut itu Maksudnya kelemahan otot di satu sisi wajah atau Bell's Palsy.
NHS mengatakan kebanyakan orang dengan kondisi ini akan pulih dalam 9 bulan. Adapun tanda-tanda Bell's Palsy, meliputi:
- Kelemahan atau kelumpuhan total pada satu sisi wajah yang berkembang cepat dalam waktu 72 jam
- Kelopak mata terkulai atau sudut mulut
- Meneteskan air liur
- Mulut kering
- Kehilangan rasa
- Iritasi mata, seperti kekeringan atau lebih banyak air mata
NHS menyarankan orang dengan kondisi ini segera menemui dokter. Karena, pengobatan Bell's Palsy akan lebih efektif bila dilakukan lebih awal atau sedini mungkin.
Perawatan Bell's Palsy biasanya menggunakan pengobatan steroid selama 10 hari. Percobaan yang melibatkan vaksin Moderna bisa menyebabkan efek samping umum, seperti:
- Nyeri dan bengkak di tempat suntikan
- Kelelahan
- Panas dingin
- Demam
- Pembengkakan atau nyeri pada kelenjar getah bening di bawah lengan
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Mual
- Muntah
Menurut EMA, kondisi ini bisa mempengaruhi lebih dari 10 orang. Sebagian besar efek samping biasanya ringan atau sedang dan menjadi lebih baik dalam beberapa hari setelah vaksinasi.
Efek samping lain dari vaksin Covid-19 juga termasuk gatal-gatal, ruam, kemerahan di tempat suntikan hingga 1 minggu setelah vaksinasi dan pusing. Ada pula sejumlah kecil orang yang mengalami miokarditis dan perikarditis.
Baca Juga: Ahli: Tingkat Autoantibodi Bisa Picu Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19
"Reaksi alergi juga terjadi pada orang yang menerima vaksin, termasuk sejumlah kecil kasus reaksi alergi parah (anafilaksis)," kata EMA dikutip dari Express.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan kemungkinan efek samping dari suntikan penguat vaksin Covid-19 mRNA.
Efek samping suntikan penguat vaksin Pfizer mungkin termasuk rasa sakit, kemerahan dan bengkak. Sedangkan, beberapa efek samping vaksin Pfizer lainnya termasuk:
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Panas dingin
- Demam
- Mual
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga