Suara.com - Aplikasi Douyin, atau yang juga dikenal TikTok China baru-baru ini mengumumkan bahwa remaja berusia 14 tahun ke bawah hanya diperbolehkan menggunakan aplikasi itu selama 40 menit per hari.
Selain itu, mereka tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut mulai pukul 10 malam hingga 6 pagi setiap hari.
Melansir dari World Of Buzz, pengumuman ini telah menjadi sorotan di China. Bahkan, aturan ini telah dibaca lebih dari 280 juta orang di media sosial Weibo.
Mayoritas netizen China menunjukkan adanya dukungan positif atas inisiatif tersebut. Dengan begitu, ini akan mencegah kecanduan serta kontrol diri bagi anak remaja mereka.
Seperti diketahui, bahwa anak dengan usia mereka mudah terpengaruh oleh konten negatif. Lewat laporan World Journal, TikTok Cina juga mendesak remaja untuk verifikasi akun dengan mengaktifkan mode remaja. Selain itu, orangtua juga disarankan untuk membantu menyelesaikan verifikasi akun anak mereka.
Sebelumnya pada 30 Agustus yang lalu, China’s National Press and Publication Administration telah mengumumkan bahwa semua penyedia game online hanya diberikan layanan satu jam kepada anak di bawah umur. Yakni dimulai pada pukul 8 hingga 9 malam pada hari Jumat, Minggu, serta hari libur nasional.
Lewat pengumuman tersebut, diharapkan aturan ini dapat mencegah kelompok remaja Cina dari kecanduan game online.
Mengutip dari Suara.com, Selasa (31/8/2021), aturan yang diumumkan lewat kantor berita Xinhua melaporkan, kecanduan game dapat menghalangi studi dan kesehatan mental anak-anak.
Selain itu, orangtua serta guru di sekolah memainkan peran penting untuk mengekang kecanduan game. Hal ini juga diungkap oleh juru bicara pemerintah setempat, yang mengatakan bahwa remaja merupakan masa depan tanah air Cina.
Baca Juga: Anggota Satpol PP Bogor Cekik PKL di Stadion Pakansari Minta Maaf
Aturan ini juga diharapkan dapat melindungi kesehatan fisik serta mental anak, di mana peran ini berkaitan dengan kepentingan vital masyarakat, serta berkaitan dengan pembinaan generasi muda dalam era peremajaan bangsa.
Media pemerintah meramalkan tindakan keras regulasi dalam beberapa pekan terakhir, yakni dengan mengecam pertumbuhan liar dari beberapa perusahaan game.
Hal ini menjadi pukulan telak bagi industri game global, di mana layanan tersebut diisi puluhan juta anak muda.
Dilaporkan, saham perusahaan investasi teknologi yang terdaftar di Amsterdam, Prosus, yang memegang 29 persen saham di media sosial dan raksasa video game China Tencent, telah turun sekitar 1,45 persen. Selain itu, saham video game onlineEropa seperti Ubisoft dan Embracer Group, masing-masing juga turun lebih dari 2 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terkini
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi