Suara.com - Vaksin Covid-19 Pfizer telah ditemukan aman dan efektif pada anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun. Demikian kata perusahaan farmasi tersebut seperti dilansir dari NY Post.
Vaksin, yang dibuat oleh Pfizer dan mitra Jerman BioNTech, menghasilkan respons kekebalan "kuat" pada anak kecil selama uji klinis, menurut perusahaan.
Pfizer sekarang berencana untuk menggunakan data dari uji klinis untuk meminta izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan regulator kesehatan lainnya untuk kelompok usia 5 hingga 11 tahun "sesegera mungkin".
Vaksin pfizer sudah tersedia untuk siapa saja yang berusia 12 tahun ke atas di Amerika Serikat setelah diberikan izin penggunaan darurat.
Pfizer mengatakan 2.268 anak yang berpartisipasi dalam uji coba diberi dua dosis vaksin dengan jarak 21 hari dan mereka memiliki hasil antibodi yang sebanding dengan remaja yang dimasukkan dalam uji coba sebelumnya.
Anak-anak kecil diberi dosis yang jauh lebih rendah - sekitar sepertiga dari jumlah yang digunakan untuk remaja dan orang dewasa.
Efek samping vaksin, termasuk sakit lengan, demam atau pegal-pegal, umumnya sebanding dengan yang ditemukan dalam uji coba pada mereka yang berusia 16 hingga 25 tahun.
Tidak seperti uji coba vaksin sebelumnya yang mengukur kemanjuran suntikan, uji coba ini tidak membandingkan jumlah kasus COVID pada penerima vaksin dengan mereka yang menerima plasebo.
Uji coba untuk anak kecil membandingkan jumlah antibodi penetral yang diinduksi oleh vaksin pada anak-anak dengan respons mereka yang berusia di atas 12 tahun.
Baca Juga: Psikolog: Pendidikan Seksual Bantu Cegah Perkawinan Anak
Pfizer mengatakan mungkin akan mengungkapkan kemanjuran vaksin dari uji coba di lain waktu, tetapi belum ada cukup kasus COVID di antara mereka yang berusia 5 hingga 11 tahun untuk membuat keputusan itu.
Vaksin itu sekitar 95 persen efektif dalam uji klinis dewasa.
Data dari uji coba terbaru belum diajukan untuk ditinjau oleh rekan sejawat, tetapi Pfizer mengatakan pihaknya berharap untuk memasukkan temuannya dalam pengajuan ke FDA untuk otorisasi darurat.
“Sejak Juli, kasus COVID-19 pada anak-anak telah meningkat sekitar 240 persen di AS – menggarisbawahi kebutuhan kesehatan masyarakat akan vaksinasi,” kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.
“Hasil uji coba ini memberikan dasar yang kuat untuk mencari otorisasi vaksin kami untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, dan kami berencana untuk menyerahkannya ke FDA dan regulator lainnya dengan segera.”
Pengumuman Pfizer datang tepat saat anak-anak kembali ke sekolah dan di tengah penyebaran varian delta yang sangat menular.
Moderna juga sedang mempelajari suntikan vaksinnya pada anak usia sekolah dasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?