Suara.com - Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day yang diperingati setiap tanggal 28 September. Hari Rabies Sedunia sendiri merupakan kampanye global yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.
Medik Veteriner Madya Ditjen PKH, Pebi Purwo Suseno mengatakan, 95 persen kasus rabies terjadi dari hewan ke hewan. Hanya saja, virus rabies juga dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan oleh anjing, kera, atau kucing yang terinfeksi.
"Virus rabies masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka gigitan hewan penderita atau luka yang terkena air liur hewan. Virus rabies akan menyerang saraf dan otak" papar Pebi dalam acara "Rabies Facts Not Fear" (23/9/2021).
Lebih lanjut, secara statistik 98 persen penyakit rabies ditularkan melalui gigitan anjing dan 2 persen penyakit tersebut ditularkan melalui kucing dan kera.
Tantangan berat saat ini adalah masih adanya provinsi yang belum bebas rabies. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya delapan provinsi yang berstatus bebas rabies sementara 26 provinsi lainnya masih endemik rabies.
"Saat ini baru wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Papua Barat dan Yogyakarta yang berstatus bebas rabies. Ini artinya masih ada 26 propinsi lagi yang harus menjadi perhatian kita bersama dalam memberantas kasus rabies" tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bandung Barat Wiwin Aprianti mengatakan 80 persen kasus rabies pada manusia terjadi wilayah perdesaan.
Bagaimana jika melihat gejala rabies pada hewan?
Wiwin menyampaikan, jika ada hewan yang diduga memiliki penyakit rabies, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah observasi selama 14 hari. Hewan harus dikandang dan tetap diberi makan, minum serta dilakukan pengawasan di bawah tim kedokteran hewan.
Baca Juga: Pemkot Medan Usulkan Pengadaan 1.000 Vial Vaksin Rabies
"Apabila manusia digigit, segera cuci luka gigitan dengan menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit sebab sabun dapat mematikan virus rabies. Setelah itu segera pergi ke Pelayanan Kesehatan Puskesmas atau klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut" terangnya.
Beberapa gejala rabies pada hewan sendiri di antaranya ada perubahan tingkah laku seperti mencari tempat dingin dan menyendiri, agresif atau menggigit benda-benda yang bergerak termasuk terhadap pemilik, pica (memakan benda-benda yang tidak seharusnya menjadi makanannya).
Hewan pengidap rabies juga umumnya hiperseksual, mengeluarkan air liur berlebih, inkoordinasi, kejang-kejang, paralisis atau lumpuh dan akan mati dalam waktu 14 hari namun umumnya mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda tersebut terlihat.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga