Suara.com - Tekanan darah tinggi bisa membuat kondisi mental dan fisik bermasalah sebab tekanan darah tinggi termasuk kasus medis berbahaya yang dapat merusak jantung. Berikut Suara.com, memberikan rekomendasi cara menurunkan darah tinggi.
Jika tidak segera diatasi, tekanan darah tinggi bisa meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, setiap orang harus punya cara menurunkan darah tinggi. Berikut dilansir dari Medical News Today, ada 7 cara menurunkan tekanan darah tinggi.
1. Berolahraga secara teratur
Olahraga tak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh tapi juga salah satu cara menurunkan darah tinggi yang cukup sering direkomendasikan para ahli kebugaran dan medis.
Olahraga seperti jalan kaki dengan jarak sampai 1 km, atau berlari sekali per minggu selama 70-150 menit dapat menjaga kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah. Bahkan sekalipun Anda hanya bisa berjalan kaki selama 30 menit per hari sudah dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi, jadi cobalah.
2. Kurangi asupan natrium
Anda mungkin sering makan makanan yang mengandung natrium. Mulai sekarang ini harus dikurangi untuk mengatasi darah tinggi. Banyak penelitian mengungkap salah satu cara menurunkan darah tinggi adalah dengan mengurangi asupan natrium yang ada pada garam.
Disarankan untuk mengganti makanan olahan dengan buah-buahan segar, sayuran segar, dan tidak perlu dibumbui banyak garam. Lebih baik dibumbui rempah-rempah saja daripada garam.
3. Hindari konsumsi alkohol
Baca Juga: Lagi Stres? 4 Jenis Olahraga Ini Ampuh Mengusirnya Loh!
Cara menurunkan darah tinggi selanjutnya adalah menghindari konsumsi alkohol. Kalau Anda kadang-kadang atau sering minum alkohol, ini saat yang tepat untuk mengurangi bahkan akan lebih baik lagi jika menghentikan kebiasaan minum alkohol. Sebab, penelitian mengungkap fakta, alkohol terkait dengan 16 persen kasus tekanan darah tinggi di seluruh dunia.
4. Konsumsi makanan yang mengandung banyak kalium
Peneliti menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalium agar terhindar darah tinggi. Kalium merupakan mineral penting yang dapat membantu tubuh membuang natrium dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Makanan yang mengandung kalium dalam tingkat tinggi antara lain:
- sayuran, terutama sayuran hijau, tomat, kentang, dan ubi jalar
- buah, termasuk melon, pisang , alpukat, jeruk, dan aprikot
- produk susu, seperti susu dan yogurt tuna dan salmon kacang
- kacangan-kacangan dan biji-bijian
- kacang polong
5. Belajar mengelola stress
Stress diketahui sebagai pendorong utama tekanan darah tinggi. Saat perasaan stress meningkat secara kronis, tubuh berada dalam mode fight-or-flight yang konstan. Pada tingkat fisik, itu berarti detak jantung akan jadi lebih cepat dan pembuluh darah menyempit. Berikut tips yang layak untuk dicoba dalam mengurangi stress.
- Dengarkan musik yang menenangkan untuk menurunkan tensi sistem saraf.
- Bekerja dengan santai tidak perlu terburu-buru dan atur jadwal dengan baik, bila bekerja sesuai jadwal, tentunya tidak ada tugas menumpuk dan Anda pun bisa menjadi lebih santai.
- Meditasi, langkah ini dapat membantu kita menenangkan pikiran dan menjadi lebih rileks, kita menjadi orang yang tidak mudah naik pitam ketika menghadapi masalah.
6. Menurunkan berat badan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir