Suara.com - Kita mungkin selama ini mendengar angka 10.000 langkah jalan kaki untuk kesehatan tubuh. Angka ini sudah lama dianggap ideal sebagai target untuk dicapai dalam hal langkah harian yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan.
Memang, sejumlah penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa langkah kaki lebih banyak setiap hari terkait dengan risiko kematian dini yang lebih rendah.
Peneliti pun terus mencari tahu seberapa banyak langkah yang bermanfaat untuk tubuh.
Dalam studi terbaru, dilansir dari Science Alert, tim yang dipimpin oleh ahli epidemiologi aktivitas fisik Amanda Paluch dari University of Massachusetts, Amherst melacak lebih dari 2.000 pria dan wanita kulit hitam dan putih paruh baya, yang berasal dari empat kota berbeda di AS.
Kelompok tersebut dengan usia rata-rata di atas 45 tahun, memakai akselerometer yang melacak jumlah langkah harian dan intensitas langkah mereka selama jam bangun, saat mereka menjalani kehidupan mereka.
Bersifat observasional, peneliti menemukan di sini bahwa individu yang mengambil setidaknya 7.000 langkah per hari memiliki risiko kematian dini sekitar 50 hingga 70 persen lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang rata-rata kurang dari 7.000 langkah setiap hari dalam percobaan.
Menurut para peneliti, dengan meningkatkan volume langkah harian di antara orang-orang yang paling tidak aktif dalam populasi dapat memberikan perlindungan terbesar terhadap kematian.
"Langkah per hari adalah metrik yang sederhana dan mudah dipantau, dan mendapatkan lebih banyak langkah/hari mungkin merupakan cara yang baik untuk meningkatkan kesehatan," kata Paluch.
Namun setelah titik tertentu, langkah-langkah tambahan tampaknya tidak memiliki efek menguntungkan, setidaknya pada hasil spesifik itu.
Baca Juga: Hits Health: Kondisi Autoimun yang Belum Boleh Divaksin Moderna, Jalan Kaki Setelah Makan
"Mengambil lebih dari 10.000 langkah per hari tidak terkait dengan pengurangan risiko kematian lebih lanjut," para peneliti menjelaskan dalam studi mereka.
"7.000 langkah/hari mungkin merupakan tujuan besar bagi banyak individu yang saat ini tidak mencapai jumlah ini," lanjutnya.
Ini merupakan kabar baik, mengingat ambang 7.000 langkah tentu saja merupakan target yang lebih mudah dicapai daripada 10.000 langkah bagi orang yang tidak berjalan pada tingkat itu.
Tetapi bukan berarti 7.000 langkah adalah angka maksimal untuk langkah harian. Serta, bukan patokan jumlah terakhir yang mungkin akan kita dengar tentang topik ini, sebab masih banyak penelitian yang mungkin akan muncul dengan temuan berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini