Suara.com - Korea Selatan kembali melaporkan kenaikan kasus COVID-19 jelang libur panjang akhir pekan ini.
Melansir ANTARA, rekor kasus harian COVID-19 naik mencapai 2.434 kasus dan memecahkan rekor sebelumnya.
Catatan itu terjadi setelah negara itu berjuang melawan gelombang infeksi yang dimulai sejak awal Juli, menurut laporan Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA).
Tingkat kematian dan kasus parah secara umum masih rendah dan stabil di angka 0,82 persen dan 309 secara berturut-turut yang banyak dibantu dengan vaksinasi yang memprioritaskan lansia dengan risiko tinggi terinfeksi gejala berat COVID-19, kata KDCA saat melaporkan data per Kamis (23/9).
Perdana Menteri Korsel Kim Boo-kyum menekankan perlunya aturan pencegahan virus yang lebih ketat karena kepatuhan bisa saja menjadi longgar selama libur tiga hari pekan ini.
“Jika langkah pencegahan tidak diatur secara stabil, pemulihan bertahap menuju hidup normal pasti akan tertunda,” kata Kim dalam rapat respons terhadap COVID-19.
Pihak berwenang telah memperingatkan warga yang kembali dari liburan untuk dites bahkan untuk gejala paling ringan sekalipun, terlebih sebelum pergi bekerja.
Beban kasus harian bisa saja terus melonjak dan memuncak pada pekan depan karena banyak orang yang dites setelah liburan tersebut, kata Wakil Menteri Kebijakan Perawatan Kesehatan Korsel Lee Ki-il dalam sebuah taklimat.
Pemerintah Korsel tengah merencanakan bagaimana hidup secara lebih normal dengan COVID-19 dengan menargetkan 80 persen orang dewasa sudah divaksin lengkap akhir Oktober mendatang.
Baca Juga: Tambah 181 Pasien, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 856.931 Orang
Strategi tersebut akan diimplementasikan secara bertahap seiring pelonggaran pembatasan sementara masih mewajibkan pemakaian masker setidaknya pada tahap pertama.
Meskipun strategi itu tidak akan mencabut tindakan pencegahan secara cepat, Korsel yang awalnya berjuang mendapatkan pasokan vaksin, saat ini berada dalam posisi yang lebih nyaman untuk transisi tersebut, kata Presiden Korsel Moon Jae-in kepada awak media dalam pesawat Kepresidenan Korsel, Jumat.
“Tidak ada masalah sama sekali dalam jumlah vaksin yang sudah aman untuk tahun ini,” kata Moon.
“Pengiriman vaksin dimulai lebih lambat dari negara lain yang menyebabkan keterlambatan program vaksinasi, tetapi saya meyakini bulan depan, kami akan mengejar dan menjadi negara yang unggul dalam tingkat penyuntikan vaksin,” tuturnya.
Korsel pekan ini menyumbangkan lebih dari satu juta dosis vaksin COVID-19 ke Vietnam bulan depan, menjadikan negara pertama yang membagikan langsung stok vaksin lintas batas.
Korsel akan tetap memberlakukan pembatasan sosial ketat hingga 3 Oktober 2021 yang meliputi pembatasan jam operasi untuk kafe dan restoran dan pembatasan jumlah orang yang diperbolehkan dalam pertemuan sosial hingga dua orang setelah pukul 18.00 waktu setempat.
Angka kasus baru per Kamis (23/9) menambah total kasus menjadi 295.132, dengan 2.434 meninggal.
Negeri Ginseng itu telah menyuntikkan 72,3 persen dari 52 juta penduduknya sedikitnya satu dosis vaksin COVID-19 hingga Kamis (23/9) dan yang sudah mendapatkan vaksin lengkap mendekati 44 persen. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Son Heung-min Pamit di Piala Dunia 2026, Beban Berat Cetak Sejarah Buat Korea Selatan
-
Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel
-
Review Film Method Acting: Menyingkap Tragedi di Balik Tawa dan Topeng Dunia Hiburan
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia