Suara.com - Pandemi Covid-19 masih melanda negara-negara di dunia, di tengah upaya vaksinasi yang terus digenjot.
Simak kabar terkini terkait penanganan COVID-19 dari seluruh dunia berikut ini, seperti dilansir ANTARA:
1. Sydney peringatkan warga yang belum divaksin
Penduduk Sydney yang belum menerima vaksin COVID-19 akan dilarang melakukan kegiatan sosial, kata kepala negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian, Selasa.
Larangan itu tetap berlaku bahkan ketika perintah tinggal di rumah dicabut mulai Desember.
Namun, kebijakan yang diterapkan untuk meningkatkan vaksinasi itu menuai kritik karena dua alasan.
Pertama, karena terkesan menghukum kelompok rentan yang tak memiliki akses ke vaksinasi.
Kedua, karena gagal memberikan insentif yang jelas bagi mereka yang enggan divaksin.
2. RS New York pecat staf yang menolak vaksin
Baca Juga: N'Golo Kante Positif Covid-19, Chelsea Pincang Hadapi Juventus
Rumah-rumah sakit di negara bagian New York, AS, pada Senin mulai memberhentikan atau menskors petugas kesehatan yang menolak perintah untuk menjalani vaksinasi COVID-19.
Kebijakan tegas itu memicu kelangkaan staf di rumah-rumah sakit, beberapa di antaranya terpaksa menangguhkan tindakan medis tertentu atau mengurangi pelayanan.
Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan rumah-rumah sakit di kotanya belum melihat dampak dari kebijakan itu.
Dia mengkhawatirkan daerah-daerah lain di negara bagian itu yang tingkat vaksinasinya lebih rendah.
3. Jepang akan akhiri status darurat COVID-19 bulan ini
Jepang akan mencabut status darurat COVID-19 di semua wilayah pada Kamis setelah jumlah kasus menurun drastis dan beban sistem kesehatan berkurang, kata Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura.
Pencabutan itu menjadi yang pertama sejak status darurat diberlakukan hampir enam bulan lalu.
Namun Nishimura mengatakan pembatasan di tempat-tempat makan dan kegiatan berskala besar tetap diterapkan selama sekitar sebulan untuk mencegah lonjakan kasus.
Restoran di wilayah berstatus darurat kini diharuskan tutup pukul 20.00 dan dilarang menyajikan minuman beralkohol.
4. Sel yang terinfeksi virus corona dilindungi protein
Para peneliti yakin sejenis protein, yang membantu sel-sel rusak terhindar dari kehancuran oleh sistem kekebalan, mungkin ikut menyebabkan sakit yang parah akibat COVID-19.
Dalam percobaan di laboratorium, mereka menemukan sejumlah besar CD47 di permukaan sel yang terinfeksi virus corona.
Menurut para peneliti, CD47 seakan berkata pada sistem kekebalan, "Jangan makan aku!".
Infeksi virus SARS-CoV-2 juga meningkatkan kadar protein SIRPalpha yang bersama CD47 mengelabui sistem kekebalan agar tidak menghancurkan sel-sel yang rusak.
Pengembangan obat-obatan yang menyasar CD47 mungkin bisa meningkatkan efektivitas pengobatan COVID-19, kata para peneliti.
5. India catat angka kematian harian COVID-19 terendah
India melaporkan 179 kematian akibat COVID-19 pada Selasa, angka harian terendah sejak pertengahan Maret, sehingga totalnya menjadi 447.373.
Kasus infeksi bertambah 18.795, kenaikan terendah sejak awal Maret, sehingga totalnya menjadi sekitar 33,7 juta.
Berita Terkait
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi