Suara.com - Hari ini, Selasa (5/10/2021), Rusia mencatatkan angka kematian harian tertinggi akibat virus corona. Kebanyakan kasus Covid-19 yang tengah melonjak di negara tersebut terkait dengan varian Delta.
Peningkatan angka kematian tersebut terjadi di tengah lesunya upaya vaksinasi dan pembatasan yang dilakukan pemerintah setempat.
Penghitungan pemerintah melaporkan 895 kematian selama 24 jam terakhir, rekor di Rusia sejak awal pandemi.
Dilansir dari Medical Xpress, angka baru tersebut menjadikan total kematian akibat Covid-19 di Rusia menjadi 211.696 — dan merupakan yang tertinggi di Eropa.
Pihak berwenang telah dituduh mengabaikan tingkat keparahan wabah.
Infeksi yang melonjak datang tanpa dilakukannya pembatasan selama pandemi untuk membatasi penyebaran virus.
Rusia, negara terparah kelima di dunia dengan lebih dari tujuh juta infeksi, mengalami peningkatan kasus karena vaksinasi terhenti.
Moskow, pusat wabah Rusia, telah mengalami lonjakan kasus selama beberapa minggu terakhir, dengan para pejabat memperingatkan meningkatnya penerimaan pasien rumah sakit.
Pihak berwenang mengatakan bahwa varian Delta yang sangat menular sekarang menjadi penyebab semua kasus di ibu kota Rusia.
Vaksinasi gratis telah tersedia sejak awal Desember, tetapi pihak berwenang telah berjuang untuk meyakinkan populasi yang skeptis terhadap vaksin untuk diimunisasi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Garut Turun dan Angka Kematian Nihil
Jajak pendapat independen menunjukkan bahwa lebih dari setengah orang Rusia tidak berencana untuk mencoba vaksinasi.
Pada hari Selasa (5/10/2021), hanya 29 persen populasi yang telah divaksinasi penuh, menurut situs web Gogov, yang menghitung data Covid-19 dari berbagai daerah di Rusia.
Di bawah definisi yang lebih luas untuk kematian terkait dengan virus corona, badan statistik Rosstat melaporkan pada Agustus bahwa Rusia telah melihat lebih dari 350.000 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli