Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan pertambahan kasus sebanyak 404.261 dalam 24 jam terakhir. Dalam waktu yang sama, angka kematian juga bertambah 7.395 jiwa.
Data pada situs worldometers per Rabu (6/10) pukul 07.30 WIB menunjukan bahwa total kasus Covid-19 telah mencapai 236,56 juta, dengan kematian lebih dari 4,83 juta. Total kasus yang sembuh mencapai 213,68 juta, sehingga sisa kasus aktif saat ini masih ada 18 juta orang di dunia yang masih terinfeksi virus corona.
Dari 18 juta orang di dunia itu, 85.441 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Pasien kritis paling banyak berada di Amerika Serikat dengan jumlah 18.714 orang. Sementara negara lainnya, rata-rata di bawah 9 ribu pasien Covid-19 yang kritis.
Australia Tutup Penerbangan Internasional Hingga 2022
Turis internasional tidak akan disambut kembali ke Australia sampai tahun depan. Kecuali bagi pekerja migran dan pelajar asing, kata perdana menteri Scott Morrison.
Pekan lalu, ia menyampaikan rencana untuk mengizinkan warga yang telah divaksinasi dan penduduk tetap untuk terbang ke luar negeri mulai November, untuk pertama kalinya sejak larangan perjalanan berlaku pada Maret tahun lalu.
Morrison kemudian melonggarkan aturan penerbangan internasional bagi pekerja dan pelajar.
Pandemi Covid-19 juga berdampak buruk pada universitas-universitas Australia yang sangat bergantung pada biaya dari mahasiswa internasional. Sektor pendidikan khawatir bahwa siswa akan mendaftar ke negara lain.
“Prioritas berikutnya adalah pekerja migran yang sangat penting bagi negara dan yang sudah divaksinasi ganda, serta siswa yang datang dan kembali ke Australia untuk sekolah mereka,” kata Morrison kepada televisi Seven Network.
“Kami akan mendapatkan pengunjung internasional juga, saya percaya tahun depan,” tambah Morrison.
Baca Juga: Aturan Pembatasan Penumpang Penerbangan Internasional Dihapus
Dewan Ekspor Pariwisata Australia ingin pengunjung internasional bisa kembali pada Maret tahun depan.
Australia kemudian berupaya untuk memvaksinasi populasinya saat wabah varian delta yang lebih menular terjadi di Sydney pada Juni lalu dan terus menyebar.
Negara bagian Victoria pada Selasa (5/10) melaporkan rekor nasional 1.763 infeksi lokal baru. Negara bagian terpadat kedua di Australia itu juga melaporkan empat kematian akibat Covid-19.
Rekor nasional sebelumnya dari 1.599 infeksi dalam 24 jam ditetapkan oleh New South Wales ketika wabahnya memuncak pada 10 September. Rawat inap memuncak di negara bagian terpadat di Australia itu pada pertengahan September.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya