Suara.com - Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, ada tiga gejala utama virus corona Covid-19, yakni batuk terus-menerus, demam tinggi, kehilangan indra penciuman dan rasa.
Tapi, para ahli menemukan orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 varian Delta cenderung menunjukkan gejala yang menyerupai flu biasa, seperti pilek.
Data dari aplikasi ZOE Symptom Tracker menunjukkan bahwa gejala virus corona Covid-19 varian Delta yang paling banyak dialami sebagian besar orang adalah pilek.
Gejala ini pun diikuti oleh sakit kepala, bersin, sakit tenggorokan dan kehilangan indra penciuman. Ketika infeksi terus meningkat, semakin banyak orang yang menceritakan gejalanya di media sosial.
Seorang wanita mengaku kulit tangannya menjadi terkelupas dan gatal-gatal setelah tertular virus corona Covid-19. Ia bercerita, jari-jari tangannya menjadi sangat kering hingga mengelupas ketika terinfeksi virus corona.
Profesor Tim Spector, dari King's College London mengatakan pengelupasan kulit dapat berhubungan dengan gejala lain yang dilaporkan secara luas.
"Kulit terkelupas akibat virus corona Covid-19 ini kedengarannya mirip dengan Covid toed. Tapi, chilblains juga bisa menyebabkan kulit terkelupas" kata Profesor Tim Spector dikutip dari The Sun.
Berikut ini beberapa gejala aneh virus corona Covid-19 yang harus diwaspadai.
1. Kulit mengerut
Baca Juga: Cuma Jaga Jarak Tapi Tak Pakai Masker, Bisakah Lindungi dari Virus Corona?
Gejala aneh virus corona Covid-19 lainnya yang dilaporkan adalah kulit tangan yang mengerut, seperti setelah kita merendamkan kulit tangan atau kaki terlalu lama di dalam air.
Diana Pardo, 23, mengatakan kulit tangannya akan mengerut ketika menyentuh air. Gejala ini dimulai sekitar hari kelima infeksi virus corona Covid-19, yang membuat tangannya akan terasa kencang serta kering.
Dalam beberapa menit setelah mandi, tangannya akan menjadi sangat kering meskipun ia belum pernah mengalami sebelumnya.
2. Hives
Banyak orang telah melaporkan masalah kulit setelah tertular virus corona Covid-19. Gejala ini bisa disebabkan oleh aktivasi berlebihan dari bagian sistem kekebalan yang dikenal sebagai respons komplemen. Hal ini pun bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah.
Pasien lain mengatakan infeksinya dimulai dari gejala seperti flu, tetapi wajah dan kulitnya perlahan terasa gatal. Rebecca Lefevre, 31, mengatakan ruamnya menjadi sangat parah sehingga bibirnya juga membengkak.
Studi sebelumnya di China dan Italia menemukan bahwa 26 persen pasien Covid-19 mengalami masalah kulit berupa gatal-gatal. Infeksi virus dikenal sebagai pemicu gatal-gatal, karena menyebabkan kerusakan sel dan pelepasan histamin melalui serangkaian reaksi dalam sistem kekebalan.
3. Masalah tidur
Beberapa orang mengalami masalah tidur setelah tertular virus corona Covid-19. Tetapi, Prof Spector mengatakan bahwa kurang tidur bisa lebih disebabkan oleh stres daripada kondisi tidur yang sebenarnya.
Sementara, gejala virus corona Covid-19 ini tidak terdaftar resmi oleh NHS. Karena itu, para ahli menyarankan semua orang untuk mencatat semua gejala virus corona yang dialaminya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia