Suara.com - Seorang dokter dari NHS, Dr Karan Raj, telah meluruskan beberapa mitos kesehatan yang menjadi viral di media sosial. Baru-baru ini, ia meluruskan mitos seputar klamidia yang viral di TikTok.
Dr Karan Raj, menanggapi salah satu pengguna TikTok yang memberi tahu pengikutnya bahwa sakit tenggorokan bisa menjadi pertanda penyakit klamidia.
Karena, sekarang ini banyak orang sedang mengalami flu dan sakit tenggorokan akibat virus corona maupun penyakit lainnya. Situasi ini membuat Dr Karan Raj ingin meluruskan mitos yang berkaitan dengan sakit tenggorokan dan klamidia tersebut.
Dr Karan Raj menjelaskan satu-satunya cara memastikan sakit tenggorokan merupakan efek samping dari penyakit infeksi menular seksual (IMS) dengan menggunakan diagram.
"Mari kita lihat dasar-dasar penyebab sakit tenggorokan, mulai dari pilek, flu, mononucleosis, gondok, radang tenggorokan, alergi, asap atau refluks asam," kata Dr Raj dikutip dari The Sun.
Sedangkan, klamidia bisa disebabkan oleh penularan melalui hubungan seks dengan orang yang menderita penyakit tersebut, terutama ketika Anda berhubungan seks tanpa kondom atau melakukan seks oral.
Dr Raj mengatakan bahwa sangat jarang kalau sakit tenggorokan menjadi pertanda seseorang menderita klamidia. Bahkan, sakit tenggorokan tidak masuk dalam 30 daftar gejala terbatas klamidia.
Jadi, Dr Raj menegaskan bahwa sakit tenggorokan dan klamidia tidak saling berkaitan. Cara inilah satu-satunya langkah untuk memastikan sakit tenggorokan disebabkan oleh klamidia atau tidak.
Ia juga menyarankan semua orang yang masih aktif berhubungan seks, khususnya orang yang berusia di bawah 30 tahun harus rutin menjalani tes IMS.
Baca Juga: Selain Virus Corona, Informasi Hoaks Juga Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Petugas medis mengatakan gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Meskipun, kondisi ini bisa diobati dengan antibiotik. Jika tak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit panggul, nyeri dan kemandulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?