Suara.com - Dikenal sebagai penyakit lansia, osteoporosis sejatinya bisa menyerang siapa saja, bahkan kelompok usia dewasa muda. Apa ya penyebabnya?
dr. Ricky Edwin Pandapotan Hutapea, Sp.OT(K) dari RS Eka Hospital mengatakan osteoporosis dikenal sebagia silent disease yang berbahya. Sebab, pengidap osteoporosis bisa tidak merasakan apa-apa, lalu mengalami kepatahan tulang begitu saja.
“Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent disease) di mana tanda dan gejalanya tidak disadari. Penyakit ini bisa dikatakan “silent disease” karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun, hingga suatu saat bisa terjadi patah tulang hingga penurunan kualitas hidup. Namun osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin,” ujar dr. Ricky Edwin, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Tidak hanya lansia, osteoporosis pun rentan menyerang kelompok dewasa muda, terutama mereka yang memiliki gaya hidup dan pola makan tidak sehat.
Menurut dr. Ida Gunawan, MS, Sp.GK(L), faktor risiko utama osteoporosis memang tetap usia. Namun rendahnya asupan kalsium, antioksidan, dan protein maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat juga bisa menyebabkan osteoporosis.
"Sangatlah penting untuk konsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat dan juga melakukan gaya hidup sehat, salah satunya adalah dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis. Konsumsilah nutrisi yang tepat dan seimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun. Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian kita setiap harinya mulai dari usia muda sampai usia lanjut," tambah dr. Ida Gunawan.
Berbicara tentang nutrisi, sebagai salah satu langkah membantu masyarakat mencegah terjadinya risiko osteoporosis seiring pertambahan usia, Entrasol Gold dilengkapi dengan Pro-Fit Formula, yaitu nutrisi tinggi kalsium dengan ekstrak buah zaitun.
Hydroxytyrosol dalam ekstrak buah zaitun mampu menangkal radikal bebas dan mencegah inflamasi yang dapat memicu risiko terjadinya osteoporosis. Entrasol Gold juga mengandung nutrisi tinggi kalsium & vitamin D untuk membantu mencegah osteoporosis serta menjaga daya tahan tubuh serta dilengkapi dengan omega 3 dan 6, tinggi serat, serta lebih rendah gula.
Selain itu, ekstrak buah zaitun juga merupakan antioksidan alami yang 4x lebih kuat dari Vitamin C. Antioksidan dalam ekstrak buah zaitun juga dapat melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, mencegah terjadi oksidasi LDL cholesterol, dan mengurangi potensi
terjadinya penyumbatan aliran darah.
Baca Juga: 5 Sumber Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Tulang
"Saat bertambahnya usia, gejala faktor U seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis serta sarkopenia itu semakin terasa. Oleh karenanya menjelang Hari Osteoporosis Nasional, Entrasol mengadakan rangkaian acara untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga kekuatan tulang lewat nutrisi dan olahraga yang tepat, sehingga walau beraktivitas di rumah saja kita bisa tetap aktif bergerak,” papar Boy Sinaga Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals.
Tag
Berita Terkait
-
Konsumsi Kopi Berlebih Bisa Berdampak pada Kesehatan Tulang Lansia
-
6 Jenis Makanan Terbaik untuk Mencegah Tulang Rapuh di Masa Depan
-
50 Persen Penduduk Indonesia Berisiko Osteoporosis, Kenapa Gen X Paling Terancam?
-
Rahasia Tulang Kuat Sejak Dini, Cegah Osteoporosis di Masa Tua dengan Optimalkan Pertumbuhan!
-
Ilmuwan Temukan Mekanisme Biologis untuk Perkuat Tulang, Harapan Baru untuk Penderita Osteoporosis
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli