- Gangguan perkembangan tulang pada anak menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan.
- Proses vital ini sangat bergantung pada interaksi kompleks antara faktor genetik, hormonal, nutrisi, serta aktivitas fisik.
- Frieda menekankan bahwa puncak kepadatan tulang seseorang tercapai di usia 20-an.
Suara.com - Gangguan perkembangan tulang pada anak menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan. Kondisi ini, di mana proses pertumbuhan dan pematangan tulang tidak berlangsung normal, dapat memengaruhi bentuk, ukuran, dan kekuatan tulang anak.
Proses vital ini sangat bergantung pada interaksi kompleks antara faktor genetik, hormonal, nutrisi, serta aktivitas fisik.
Untuk meningkatkan pemahaman mengenai gejala dan cara mengenali gangguan perkembangan tulang pada anak, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memaparkan pemahaman mengenai gangguan perkembangan tulang pada anak.
Dr. Frieda Susanti yang merupakan Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI, menjelaskan pentingnya proses pertumbuhan tulang pada anak.
“Tulang pada anak itu akan mengalami modelin. Pertama, bertambah panjang, kedua, akan bertambah tebal,” ujarnya, dikutip Selasa (21/10/2025).
Ia juga menambahkan bahwa tulang sebagian besar terdiri dari mineral, dengan kalsium sebagai komponen utamanya.
Frieda menekankan bahwa puncak kepadatan tulang seseorang tercapai di usia 20-an.
“Paling penting lagi bahwa, tulang tidak hanya tumbuh, kapan sih puncak kepadatan tulang kita? di umur 20 tahunan,” katanya.
Oleh karena itu, masa remaja menjadi krusial untuk "menabung" kepadatan tulang demi mencegah osteoporosis di masa tua.
“Kenapa penting pada umur remaja? karena itu untuk tabungan di masa tua, untuk mencegah osteoporosis di masa tua,” kata dia.
Beberapa faktor yang sangat memengaruhi kepadatan tulang dan dapat dioptimalkan meliputi nutrisi yang seimbang, latihan fisik yang teratur, dan keseimbangan hormonal.
Frieda juga memberikan panduan mengenai tanda-tanda yang patut dicurigai sebagai gangguan tulang.
"Kapan kita curiga anak OI (Osteogenesis Imperfecta)? Satu, dimulai dalam kandungan, atau tulangnya bengkok-bengkok, kedua ada riwayat keluarga dengan kelainan tulang yang sama,” jelasnya.
Selain itu, orang tua perlu waspada terhadap osteoporosis jika anak menunjukkan gejala seperti perawakan pendek yang tidak proporsional, patah tulang berulang atau multipel, serta anak dengan penyakit kronis seperti lupus, keganasan ginjal dan hepar, atau yang mendapatkan steroid jangka panjang.
“Anaknya kalau sudah patah bertulang, sudah tidak jalan dari umur 2 tahun, jangan sampai nunggu umur 11 tahun baru dibawa ke dokter,” pungkas Frieda.
Berita Terkait
-
Ribuan Anak Keracunan MBG, IDAI Desak Evaluasi Total dan Beri 5 Rekomendasi Kunci
-
Kasus Keracunan Pelajar Meningkat, IDAI Minta Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi!
-
Keracunan Massal MBG: IDAI Ungkap Fakta 'Danger Zone' Makanan yang Bikin Ngeri!
-
Ilmuwan Temukan Mekanisme Biologis untuk Perkuat Tulang, Harapan Baru untuk Penderita Osteoporosis
-
Perempuan Wajib Tahu! 10.000 Langkah Sederhana Selamatkan Tulang dari Pengeroposan
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi