Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan sebanyak 295.895 orang di dunia terkonfirmasi positif Covid-19 dan 4.416 jiwa meninggal akibat infeksi tersebut. Kejadian itu terjadi hanya dalam 24 jam terakhir.
Akibat tambahan jumlah orang yang terinfeksi dan kematian baru, kasus Covid-19 secara global kini tercatat 238,97 juta dengan 4,87 juta orang di antaranya meninggal dunia. Data dikutip dari situs worldometers per Selasa (12/10) pukul 07.00 WIB.
Sebanyak 216,21 juta kasus telah dinyatakan negatif Covid-19 sejak awal wabah terjadi. Tersisa 17,88 juta kasus aktif atau jumlah orang di dunia yang masih positif terinfeksi virus corona SARS Cov-2 itu per hari ini. Dari jumlah tersebut, 81.915 orangbdi antaranya dalam kondisi kritis.
Vaksinasi Covid-19 terus diluncurkan di seluruh dunia untuk mencegah infeksi makin menyebar luas dan kejadi penyakit parah. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 3,5 miliar dosis vaksin telah diberikan di seluruh dunia.
WHO merekomendasikan agar orang yang mengalami gangguan kekebalan atau immunokompromais diberi dosis tambahan vaksin Covid-19. Sebab risiko infeksi terobosan lebih tinggi terjadi setelah imunisasi dasar dua dosis.
Kelompok Ahli Penasihat Strategis tentang imunisasi mengatakan dosis tambahan harus ditawarkan sebagai bagian dari seri primer yang diperpanjang karena individu-individu itu cenderung tidak merespon secara memadai terhadap seri vaksin primer standar dan berisiko tinggi terkena Covid-19 yang parah.
"Rekomendasinya adalah untuk vaksinasi ketiga, vaksinasi tambahan dalam seri primer yang didasarkan pada bukti imunogenisitas dan bukti tentang infeksi terobosan sangat berisiko terhadap orang-orang itu," kata Direktur vaksin WHO Kate O'Brien dikutip dari Channel News Asia.
Para ahli juga merekomendasikan agar kelompok usia di atas 60 tahun yang disuntik vaksin buatan China Sinopharm dan Sinovac agar juga menerima dosis tambahan sekitar satu hingga tiga bulan setelah vaksinasi dua dosis. Rekomendasi itu berdasarkan bukti dalam penelitian di Amerika Latin yang menunjukkan kedua jenis vaksin itu bekerja kurang baik dari waktu ke waktu.
"Data pengamatan pada suntikan Sinopharm dan Sinovac dengan jelas menunjukkan bahwa pada kelompok usia yang lebih tua vaksin bekerja kurang baik setelah dua dosis", kata Joachim Hombach, sekretaris panel ahli independen.
Baca Juga: Kejar Herd Immunity, Garut Dijanjikan Dapat Tambahan 2 Juta Vaksin COVID-19
"Kami juga tahu bahwa penambahan dosis ketiga memberikan respons (kekebalan) yang kuat. Jadi kami berharap dari sana perlindungan yang jauh lebih baik," imbuhnya.
Diperkirakan akan ada 1,5 miliar dosis tersedia secara global setiap bulan, cukup untuk memenuhi target vaksinasi 40 persen dari populasi masing-masing negara hingga akhir tahun.
Akan tetapi, diakui O'Brien, kalau distribusi vaksin tidak merata di setiap negara.
"Memberikan dosis booster itu kepada individu yang telah mendapat manfaat dari respons primer seperti mengenakan dua jaket pelampung pada seseorang dan membiarkan orang lain tanpa jaket pelampung," kata O'Brien.
"Dalam hal ini kita berbicara tentang mendapatkan jaket pelampung pertama ke orang-orang yang memiliki kondisi immunokompromais," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir