- Meningitis jadi tantangan utama jemaah haji Indonesia karena kerumunan besar dan banyaknya jemaah lansia berkomorbid.
- Dokter menegaskan vaksin meningitis konjugat penting karena penyakit ini sangat mematikan dan mudah menular.
- Kalbe merilis vaksin generasi baru dengan perlindungan lebih lama dan mampu menekan risiko carrier.
Suara.com - Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Namun di balik kekhusyukan ibadah, ada tantangan kesehatan yang terus berulang bagi jemaah Indonesia: penyakit meningitis atau invasive meningococcal disease (IMD).
Data Kementerian Agama pada 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 22 persen jemaah haji Indonesia termasuk kategori lanjut usia, dengan mayoritas memiliki komorbid.
Dalam tiga tahun terakhir, jemaah reguler mencapai sekitar 221 ribu orang, sementara jemaah umrah mencapai 3 juta orang per tahun, angka yang membuat risiko penularan penyakit menular semakin tinggi.
Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO–K, menegaskan bahwa potensi penularan meningokokus invasif meningkat karena berbagai faktor.
“Potensi penularan penyakit meningokokus invasif dipengaruhi suhu, kelembapan, kontak erat, polusi udara, dan kelelahan fisik. Risiko semakin tinggi karena terdapat jutaan jemaah dari ratusan negara berkumpul di Tanah Suci, termasuk dari wilayah sub-Sahara Afrika yang merupakan meningitis belt,” jelasnya.
Jumlah jemaah yang sangat besar, lebih dari dua juta orang pada musim haji menjadikan lingkungan ibadah sangat rentan terhadap penyebaran penyakit.
Situasi ini semakin memprihatinkan ketika angka kematian jemaah Indonesia tercatat paling tinggi secara global, yakni 447 jemaah pada tahun ini, dengan kelompok usia 60–70 tahun sebagai yang paling rentan.
“Dari tahun ke tahun, angka kesakitan dan kematian jemaah Indonesia selalu yang tertinggi. Arab Saudi bahkan menegaskan pentingnya istithaah kesehatan. Jangan sampai jemaah tiba dalam kondisi sangat lemah, lalu meninggal karena penyakit komorbid yang terpicu kelelahan,” ungkap dr. Syarief.
Ia menambahkan bahwa penyakit metabolik dan sirkulasi yang sudah dimiliki banyak jemaah dapat memburuk akibat aktivitas fisik yang berat selama ibadah.
Baca Juga: 7 Penyakit yang Sering Muncul setelah Banjir, Lengkap Cara Pencegahannya
Pentingnya Vaksinasi Meningitis Konjugat untuk Perlindungan Menyeluruh
Di tengah tantangan besar tersebut, vaksinasi meningitis menjadi langkah perlindungan yang wajib dilakukan sebelum keberangkatan. Vaksin meningitis konjugat diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan harus diberikan paling lambat 10 hari sebelum berangkat.
“Manfaat vaksinasi meningitis terbukti menekan angka kejadian penyakit meningokokus invasif, terakhir terlihat pada musim haji dan umrah 2001,” ujar dr. Syarief.
Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc, menjelaskan bahaya IMD yang sering tak disadari. Penyakit ini kata dis disebabkan bakteri Neisseriae meningitidis dan dapat menyebabkan kematian dalam kurang dari 24 jam.
"Bahkan yang selamat masih bisa mengalami kehilangan pendengaran, kejang, hingga amputasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa bakteri tersebut dapat bertahan berbulan-bulan di nasofaring tanpa gejala, sehingga seseorang bisa menjadi carrier tanpa sadar. Karena itu, risiko penularan meningkat drastis setelah jemaah kembali ke tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi