Suara.com - Pandemi membuat banyak orangtua sulit untuk mendapatkan terapi bagi anak Autism spectrum disorder (ASD). Padahal, menurut Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna SpKJ (K), tata laksana, seperti terapi dan edukasi yang rutin dan sejak awal dilakukan dapat berpengaruh positif pada pasien ASD.
ASD sendiri merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang menghambat keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku seseorang. Kondisi ini banyak terjadi sejak lahir yang berpengaruh pada tumbuh kembang secara keseluruhan.
Untuk itu, kata Prof. Tjhin, jika orangtua khawatir dengan risiko penularan virus, maka terapi bisa dilakukan di rumah, sesuai dari pengawasan terapis. Di mana, orangtua, atau anggota keluarga lain bisa turut menstimulasi anak mereka sesuai arahan dari terapis.
"Bentuk stimulasinya tergantung pada kekurangan anak, misalnya eye contactnya kurang, kita bisa memanggil anak. "Abel lihat, Abel lihat. Ambil segitiga, ambil kotak warna merah. Kalau dia belum bisa, kita pegang tangannya, kita minta dia ambil," jelas dia dalam webinar di acara RADIATE, kampanye untuk menyebarluaskan wawasan dan kepedulian terhadap penyandang ASD, Kamis (21/10/2021).
Lebih lanjut, Prof. Tjhin mengatakan jika ASD adalah gangguan yang menunjukkan manifestasi klinis yang berbeda pada tiap orang. Namun, ada tiga gangguan yang umumnya terjadi pada pasien ASD. Beberapa gangguan tersebut, seperti gangguan interaksi, komunikasi, dan perilaku.
ASD sendiri terbagi menjadi beberapa level, yaitu minor, sedang, dan berat. Sehingga tata laksana, seperti terapi yang dibutuhkan satu sama lain juga berbeda.
"Tidak hanya itu, obat-obatan pun dapat diberikan pada pasien ASD yang memiliki perilaku maladaptif. Oleh karena itu, diagnosis sejak awal perlu dilakukan. Tidak harus menunggu usia remaja, gejala autisme sudah dapat dideteksi sejak bayi atau usia dini," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit