Suara.com - Anda mungkin salah satu orang yang memiliki kebiasaan mendengkur ketika tidur. Kebiasaan mendengkur ketika tidur ini termasuk dalam gangguan tidur yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah kesehatan.
Kebanyakan orang berusaha berhenti mendengkur dengan menutupi mulutnya menggunakan selotip ketika tidur. Cara ini membantu orang yang kebiasaan mendekur untuk bernapas melalui hidung selama tidur.
"Menutup mulut menggunakan selotip sama saja memaksa Anda untuk bernapas melalui hidung sepanjang malam," kata Dr Deborah Lee, dari Apotek Online Dr Fox dikutip dari Express.
Tapi, orang-orang yang melakukan cara ini berpendapat menutupi mulut menggunakan selotip memiliki banyak manfaat kesehatan. Menurut mereka, sangat penting untuk membiasakan diri tetap bernapas melalui hidung selama tidur.
Karena, mulut berfungsi untuk makan dan minum. Sedangkan, pernapasan mulut bisa meningkatkan resistensi pembuluh darah di paru-paru dan kurang efisien untuk oksigenasi darah.
Mereka beranggapan bernapaa melalui hidung ketika tidur akan membantu kita menghirup udara yang lebih hangat dan lembap. Sehingga, ada peningkatan produksi oksida nitrat di dalam rongga sinus Anda.
Hal itu dinilai sangat ideal karena oksida nitrat memiliki banyak kegunaan dalam tubuh manusia. Dr Lee mengatakan nitric oxide adalah vasodilator yang kuat akan membantu mengatur tekanan darah dan penting untuk menjalankan fungsi jantung.
"Pada otak, oksida nitrat ini sangat penting untuk kognisi dan memori," katanya.
Selain itu, oksida nitrat juga memainkan peran penting dalam sistem kekebalan dan membantu mengatur respons kekebalan. Hal ini juga dikenal bisa mengatasi kecemasan dan membantu tidur lebih nyenyak.
Baca Juga: Studi Suntik Vaksin Flu Bisa Cegah Infeksi Parah Virus Corona Covid-19
Meski begitu, ada risiko yang juga harus dipertimbangkan sebelum menutupi mulut menggunakan selotip untuk mengatasi kebiasaan mendengkur.
Sebuah penelitian menunjukkan cara ini mungkin benar-benar berhasil mengatasi kebiasaan mendengkur, tetapi hanya pada orang yang menderita sleep apnea ringan. Sedangkan, penelitian lain mengatakan manfaat kesehatan dari cara ini masih kurang.
Namun, cara ini tetap direkomendasikan oleh beberapa situs medis. Sedangkan, dokter berpendapat cara ini bisa membantu mengatasi bau mulut, karies gigi, penyakit gusi, menggertakkan gigi di malam hari, terbangun di malam hari, mulut kering, pernapasan tidak normal saat tidur, gejala tipe ADHD, dan kognisi berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!