Suara.com - Para ahli sedang menyelidiki sub varian dari virus corona varian Delta yang lebih menular setelah adanya peningkatan kasus virus corona Covid-19. Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah menemukan lebih dari 15 ribu kasus varian AY.4.2 telah terdeteksi pada 20 Oktober 2021.
Tapi, masih belum jelas sub varian dari virus corona varian Delta ini bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak. Karena, sejumlah bukti masih terus bermunculan.
Saat ini, virus corona varian Delta masih menjadi dominan di Inggris. Minggu lalu, varian baru ini juga mencakup sekitar 6 persen dari semua kasus varian Delta baru yang akan terdeteksi sebanyak 15.120.
Nama resmi baru untuk sub varian dari virus corona ini adalah VUI-21OCT-01. Para ahli juga akan menempatkan subvarian ini dalam penyelidikan karena jumlahnya semakin umum di Inggris.
Sebuah bukti juga menunjukkan sub varian ini mungkin menyebar lebih cepat daripada virus corona varian Delta. Tapi dilansir dari The Sun, para ahli mengatakan bahwa butuh lebih banyak bukti untuk memahami penyebabnya.
Menurut mereka, perilaku virus corona atau kondisi epidemiologis seperti musim atau faktor risiko lain, yakni kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebab sub varian ini menyebar lebih cepat dibandingkan varian Delta.
Saat ini, sejumlah vaksin Covid-19 telah diluncurkan. Tapi, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian virus corona itu akan membuat vaksin Covid-19 kurang efektif melawannya.
Sama halnya dengan varian virus corona yang baru di seluruh Inggris, para ahli sedang melakukan penyelidikan laboratorium dan epidemiologis untuk lebih memahami sifat-sifatnya.
Genom VUI-21OCT-01 tidak memiliki banyak mutasi, seperti varian Delta. Tetapi, para ahli mengatakan bahwa perubahan kecil pada genom ini bisa membuat perbedaan dalam penyebab virus corona Covid-19.
Baca Juga: Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19
Dr Jenny Harries, Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa mutasi pada virus adalah hal yang wajar terjadi. Tapi, ia tidak menduga bahwa varian virus corona akan terus muncul seiring pandemi virus corona Covid-19 ini berlangsung.
Karena ini, para ahli tetap menyarankan untuk terus berhati-hati dengan memakai masker, menjaga jarak fisik dan kontrol sirkulasi udara dalam ruangan dengan baik untuk melindungi diri dari berbagai varian virus corona Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi