Suara.com - Risiko mematikan akibat kanker payudara bisa dicegah jika bisa dideteksi sejak dini dan segera dilakukan pengobatan medis. Deteksi dini bisa dilakukan dengan SADARI atau periksa payudara sendiri secara berkala, terutama saat periode menstruasi.
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan, tindakan SADARI menjadi cara paling mudah dan murah dalam upaya pencegahan kanker payudara.
"Kami tidak pernah lelah untuk selalu mengingatkan kalau untuk menghindari kanker payudara stadium lanjut cara yang paling mudah, murah, dan insya Allah sangat membantu adalah dengan rutin melakukan SADARI, periksa payudara sendiri, setiap 1 bulan 1 kali, hari ke-7 sampai hari ke-10 sejak menstruasi hari pertama," kata Linda dalam webinar Bulan Peduli Kanker Payudara yang diselenggaran Kementerian Kesehatan, Selasa (26/10/2021).
Ia menyebutkan, data Grobogan 2020 tercatat bahwa ada sekitar 66.000 kasus baru kanker payudara dengan angka kematian sebesar 22.000 jiwa dala setahun.
Angka kematian yang masih tinggi itu akibat keterlambatan mendapatkan pengobatan medis. Akibat rata-rata pasien baru datang menyadari sakit kanker saat sudah stadium 3 ataupun 4.
"Sekitar 70 persen datang dalam stadium lanjut. Kejadian ini bisa terjadi karena beberapa hal, terlambat datang berobat dari sisi pasien atau keterlambatan dari penyedia layanan atau provider dilihat dari sisi tenaga medis sarana dan prasarana," katanya.
Untuk mengurangi faktor risiko keterlambatan pasien kanker payudara, Linda berharap dibuat kebijakan khusus untuk pelayanan pasien kanker payudara dengan melibatkan semua stakeholder. Menurutnya, setiap kasus kanker bukan hanya kanker payudara, diperlukan kecepatan waktu dalam pemberian pengobatan agar sakit tidak makin menyebar ke organ lain.
"Oleh karena itu kami yakin bahwa kerjasama seluruh stakeholder ataupun pemangku kepentingan dalam menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut adalah modal utama Indonesia untuk bebas kanker payudara stadium lanjut," pungkasnya.
Adapun langkah-langkah melakukan SADARI untuk deteksi kanker payudara ialah sebagai berikut:
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Diare Tanpa Sebab Bisa Jadi Tanda Kanker Usus Besar
- Berdiri tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara. Seperti pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Jika bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris itu hal yang biasa.
- Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan dan cermati payudara; dan dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.
- Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada.
- Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.
- Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.
- Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh