Suara.com - Novavax Inc berharap regulator vaksin di India, Filipina, dan negara lain memberi keputusan terkait penggunaan vaksin Covid-19 mereka, Covovax, dalam beberapa minggu ke depan.
Selain negara di Asia, perusahaan juga telah mengajukan izin penggunaan darurat vaksin mereka ke Kanada serta European Medicines Agency.
Harapan ini muncul setelah Indonesia menjadi negara pertama yang mengizinkan penggunaan Covavax, pada Senin (1/11/2021).
Vaksin Covovax, oleh Novavax Inc yang berbasis di Gaithersburg, Amerika Serikat (AS), akan diproduksi oleh produsen vaksin terbesar di dunia, yakni Serum Institute in India (SII) kemudian dikirim ke Indonesia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga meninjau pengajuan tersebut dan perusahaan berharap peninjauan akan selesai dalam beberapa minggu mendatang.
Apabila WHO menyutujui penggunaan vaksin mereka, Novavax akan mengirimkan dosis mereka ke COVAX, pemasok vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah.
Berdasarkan laporan Asia One, Novavax dan SII bersama-sama telah membangun komitmen untuk menyediakan lebih dari 1,1 miliar dosis bagi COVAX.
Novavax bersama perusahaan farmasi Jepang, Takeda Pharmaceutical Co, sedang mempersiapkan pengajuan perizinan vaksin Covovax agar dapat digunakan di Jepang awal tahun depan.
Tidak sampai di situ, perusahaan juga telah berdiskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), berharap pengajuan penuh diberikan dalam beberapa minggu ke depan.
Baca Juga: Rekomendasi Pemberian Vaksin COVID-19 untuk Anak-anak
Sebelumnya, Novavax sempat menunda pengajuan perizinan ke AS. Media Politico mengatakan perusahaan menghadapi masalah produksi dan kulitas pada bulan lalu.
Hasil uji klinis besar di AS menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 Novavax terbukti lebih dari 90% efektif melawan berbagai varian virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!