Suara.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang diprediksi meningkatkan jumlah kasus Covid-19, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah untuk tetap waspada.
Juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah daerah harus terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di daerahnya.
"Perlu memantau secara rutin perkembangan COVID-19 di Indonesia dan mengidentifikasi jika mulai muncul tren kenaikan kasus. Penting mengedepankan prinsip kehati-hatian dan antisipasi," kata Wiku mengutip situs resmi Satgas Covid-19.
Hasil pemantauan per 31 Oktober 2021 pada 9 provinsi tersebut mengalami kecenderungan peningkatan rata-rata jumlah kasus positif COVID-19. Kesembilannya yaitu Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua.
Peningkatan terlihat pada 7 hari terakhir dibandingkan dengan 7 hari sebelumnya, atau sering disebut sebagai seven day moving average. Meskipun peningkatan rata-rata terlihat masih rendah, namun pergerakan ini terus dipantau untuk dilakukan mitigasi terhadap potensi kenaikan kasus di masa libur panjang.
Lebih rincinya perkembangan per provinsi, penambahan kasus positif mingguan terbanyak di Jawa Barat dengan 741 kasus baru, dengan kasus aktif 1.424 kasus. Sedangkan persentase kesembuhan terendah Lampung yaitu 90,63 persen. Pada penambahan kematian tertinggi adalah di provinsi Jawa Timur dengan 39 orang.
Sementara bed occupancy rate (BOR) tertinggi di Papua yaitu 11,41 persen. Untuk cakupan vaksinasi dosis lengkap terendah di Maluku Utara yaitu 17,5 persen. Pada jumlah kabupaten/kota dengan kenaikan terbanyak di provinsi Jawa Barat yaitu 8 kabupaten/kota naik dari total 38 kabupaten/kota.
Selain itu, penting mengacu angka nasional sebagai target penanganan COVID-19 di daerah. Angka nasional sebesar 0,29 persen. Mengacu angka itu, masih ada provinsi dengan angka yang lebih. Diantaranya, Lampung 1,68 persen, Sulawesi Utara 1,27 persen, Sulawesi Tenggara 0,35 persen, Maluku Utara 0,47 persen dan Papua 5,03 persen.
Lalu, untuk angka kesembuhan nasional saat ini berada pada 96,33 persen. Masih ada provinsi yang dibawah angka nasional yaitu Lampung 90,63 persen, Jawa Timur 92,44 persen, Sulawesi Utara 95,73 persen dan Papua 93,35 persen.
Baca Juga: Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Wagub DKI Imbau Warga: Kurangi Bepergian
Selanjutnya, persentase kematian nasional sebesar 3,38 persen. Provinsi dengan persentase lebih tinggi dari angka nasional adalah Lampung yaitu 7,69 persen, Jawa Timur 7,44 persen dan Bali 3,54 persen.
Sedangkan BOR nasional sebesar 3,62 persen. Provinsi dengan BOR yang lebih tinggi dari angka nasional adalah Bali 5,41 persen, Sulawesi Utara 5,9 persen, Maluku Utara 6,77 persen dan Papua 11,41 persen.
Terakhir capaian vaksinasi dosis lengkap nasional adalah 35,51 persen. Masih tedapat provinsi dengan cakupan vaksinasi dosis lengkap dibawah angka nasional. Diantaranya, Lampung 20,76 persen, Sulawesi Utara 28,81 persen, Sulawesi Tenggara 20,31 persen, Maluku Utara 17,5 persen dan Papua 17,56 persen.
Dengan melihat perkembangan tersebut, Wiku meminta seluruh Gubernur serta walikota/bupati agar tidak lengah. Meskipun saat ini kondisi nasional terkendali. Pemerintah daerah diminta membaca data dan memahami situasi wilayahnya masing-masing secara konsisten dan tidak hanya saat terjadi lonjakan, namun juga saat kasus melandai.
Dengan membaca data maka perubahan sekecil apapun dapat terdeteksi dan persiapannya dapat dilakukan dengan baik sebelum kasus kembali meningkat. Pemerintah daerah harus mengupayakan untuk menekan penularan hingga tidak ada sama sekali.
"Juga perlu fokus pada kasus aktif. Baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri agar seluruhnya dapat sembuh dan tidak ada yang meninggal," pungkas Wiku.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari