Suara.com - Virus corona atau juga dikenal SARS-CoV-2 telah menyebar ke seluruh dunia. Situasi itu memicu pandemi di berbagai negara.
Hingga saat ini sudah ada lebih dari 5 juta kematian yang dikonfirmasi. Meski demikian ada sejumlah kecil negara yang melaporkan tidak ada kasus Covid-19.
Salah satunya adalah Turkmenistan. Statistik resmi WHO mencerminkan statistik yang disediakan oleh pemerintah negara tersebut.
Namun, laporan dari negara itu menunjukkan bahwa Turkmenistan belum secara ajaib lolos dari dampak pandemi. Seperti negara-negara yang berbatasan dengannya, seperti Iran dan Afghanistan, ia telah mengalami gelombang infeksi - meskipun pemerintah menyangkal hal ini.
Dilansir dari Medical News Today, Prof. Luca Anceschi — seorang profesor Studi Eurasia di Universitas Glasgow di Inggris dan seorang pakar Asia Tengah — mengatakan bahwa seperti di Korea Utara, pemerintah otoriter berusaha menegakkan citra negara.
Bagi pemerintah, pandemi global tidak cocok dengan gambaran ini, sehingga menyangkalnya.
“Turkmenistan dan Korea Utara serupa dalam arti menjadi rezim yang sangat otoriter, dijalankan oleh orang-orang yang memiliki pendekatan yang sangat eksentrik,” kata Prof. Anceschi.
“Mereka juga merupakan negara yang sangat terisolasi, menggunakan perbatasan mereka sebagai mekanisme kontrol untuk menghentikan akses ide-ide baru yang dapat mengganggu stabilitas.”
“Seperti Korea Utara, di Turkmenistan, pemerintah memiliki kendali atas media, dan di atas itu, ada narasi khusus yang telah dikeluarkan pemerintah selama 15 atau 20 tahun terakhir tentang Turkmenistan yang hidup di zaman keemasan ini, dan zaman keemasan ada karena pemerintah membawanya.”
Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 10 November: Positif 95, Sembuh 59, Meninggal 0
“Itu membuat letusan pandemi menjadi tidak mungkin […] karena itu akan menantang narasi ini. Kami telah melihat hal yang sama dengan [HIV] dan [AIDS], yang merupakan penyakit lain [yang] tidak pernah diakui secara publik di Turkmenistan. Sudah menjadi ciri khas rezim ini untuk menyembunyikan situasi seperti ini,” kata Prof. Anceschi.
Analisis ini juga didukung oleh Dr. Jason Klocek, asisten profesor politik dan hubungan internasional di University of Nottingham di Inggris dan pakar represi negara. Klocek juga telah tinggal di Turkmenistan selama 2 tahun.
Dr Klocek mengatakan kepada MNT bahwa, “dalam banyak hal, penolakan pemerintah Turkmenistan terhadap kasus COVID-19 sejalan dengan kebijakan lama.”
“Selama lebih dari satu dekade, pemerintah juga mengklaim tidak ada orang yang hidup dengan [HIV atau AIDS] di negara ini. Dan serangkaian wabah, termasuk wabah pes, dilaporkan oleh organisasi masyarakat sipil pada awal 2000-an tetapi dibantah oleh pejabat pemerintah.”
“Tambahkan fakta bahwa presiden saat ini, Gurbanguly Berdimuahamedow, telah menggunakan citra negara yang sehat – ditambah dengan karir kedokteran gigi sebelumnya – untuk memperkuat legitimasinya. Mengakui ada wabah COVID-19 dapat melemahkan otoritas itu,” kata dr Klocek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif