Suara.com - Vaksinasi Covid-19 kepada orang lanjut usia (lansia) masih jauh dari target. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, secara nasional, baru 9,2 juta orang lansia yang sudah disuntik vaksin dosis pertama, dari target 21,5 juta orang.
Tingkat vaksinasi per daerah pun belum merata. Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, baru empat provinsi yang jumlah vaksinasi terhadap lansia terbanyak. Itupun baru mencapai sekitar 50 persen sasaran.
"Kita lihat DKI, Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau itu salah satu provinsi yang sudah mencapai angka vaksinasi lansia mendekati 50 persen. Jadi 40 sampai 50 persen untuk dosis pertama," kata Nadia dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (11/11/2021).
Sementara provinsi lainnya masih di bawah 30 sampai 20 persen. Bahkan ada yang tingkat vaksinasi Covid-19 kepada lansia baru mencapai 12 persen. Nadia mengungkapkan, daerah tersebut di antaranya, Aceh, Sumatera Barat, dan Papua.
Di sisi lain, stok vaksin Covid-19 masih sangat cukup. Nadia menekankan bahwa sejak awal program vaksinasi Covid-19 dijalankan, lansia termasuk kelompok prioritas. Sehingga stok vaksin yang ada saat ini tetap diutamakan untuk lansia.
"Dari awal, sejak Maret, beberapa inovasi sudah berusaha kita lakukan. Termasuk misalnya, untuk mengantarkan lansia 2 orang, maka kita sebagai pengantarnya bisa mendapatkan vaksinasi. Karena saat itu vaksinasi non lansia belum dimulai. Tapi saat ini ketika semua orang sudah bisa divaksin, kita berharap satu keluarga pun bisa mendatangi sentra vaksinasi," tutur Nadia.
Meski begitu, rendahnya tingkat vaksinasi pada lansia masih disebabkan karena adanya sebaran hoaks. Menurut Nadia, banyak lansia yang masih salah kaprah mengenai penyuntikkan vaksin Covid-19 terhadap lansia yang memiliki komorbid.
"Kasih ada tantangan karena lansia ini banyak yang mendapatkan informasi kurang tepat. Misalnya, kalau lansia banyak komorbid maka sebaiknya tidak mendapatkan vaksin. Ini masih ada informasi yang kurang tepat didapatkan oleh para lansia. Sehingga membuat mereka ragu-ragu untuk mendapatkan vaksin," ujarnya.
Padahal, Nadia menyampaikan bahwa berdasarkan bukti penelitian di dunia bahwa orang di atas usia 59 tahun yang tidak divaksinasi berisiko 6-7 kali lebih tinggi alami kematian jika terinfeksi Covid-19.
Baca Juga: Lagi! Kebakaran Landa RS Covid-19, Dua Orang Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!