Suara.com - Istilah kerokan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kerokan diyakini sebagai cara pengobatan paling ampuh untuk mengobati penyakit, khsususnya masuk angin.
Masuk angin merupakan kondisi ketika tubuh sedang tidak fit yang ditandai dengan pegal-pegal, perut kembung dan mual. Sebagian besar masyarakat Indonesia percaya badan mereka akan menjadi segar setelah dikerok.
Biasanya uang logam menjadi benda yang sering digunakan untuk kerokan. Namun, tahukan Anda ternyata ada beberapa benda lain yang bisa digunakan untuk kerokan. Berikut benda dari alam yang bisa digunakan untuk kerokan:
Tanduk Kerbau
Tanduk kerbau memang dikenal sangat kuat dan juga bisa dikreasikan menjadi apa saja, salah satunya menjadi alat kerokan. Namun, untuk menghasilkan alat yang demikian halus ketika bergesekan dengan kulit pada saat dipakai untuk kerokan, tentu saja tanduk kerbau ini melewati banyak proses, seperti penentuan bentuk sampai proses penghalusan. Sehingga tampilan alat ini terlihat sangat mengkilap dan rapi.
Bebatuan Alam
Seperti yang kita tahu, tanah Indonesia menyimpan beragam jenis batu-batuan alam yang indah. Tak hanya dipakai sebagai asesoris berupa cincin batu akik, liontin, hingga anting-anting. Ternyata batu-batuan alam ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pengrajin untuk membuat alat sebagai pengganti koin untuk kerokan. Seperti halnya dengan tanduk kerbau. Batuan alam ini juga harus melewati proses yang panjang terlebih dahulu untuk mendapatkan bentuk yang tak hanya nyaman digenggam, tapi juga tekstur yang halus, licin sehingga nyaman dan dipastikan tidak menggores kulit pada saat dipakai untuk kerokan.
Batok Kelapa
Kita tahu jika negri kita ini kaya dengan pohon kelapa tumbuh dengan subur di tepian pantai. Tanaman yang kaya akan manfaat ini seringkali mendatangkan banyak rezeki bagi mereka yang suka mengasah kreativitas untuk mengolahnya. Dari akar pohon hingga bagian batok kelapanya semua bisa dikreasikan menjadi benda-benda menarik bernilai ekonomi dan seni yang tinggi. Bicara soal kerajinan dari kelapa, bagian yang paling sering dipakai adalah batok kelapanya. Tempurung kelapa ini bisa dijadikan banyak benda serbaguna. Mulai dari centong nasi, lampu hias hingga alat untuk kerokan. Tinggal asah kreativitas kita untuk menghasilkan benda yang tak hanya unik tapi juga berdaya guna tinggi.
Baca Juga: Simak 6 Penyebab Rem Mobil Ngempos, Ada Istilah Masuk Angin Segala
Sendok Bebek Oriental
Kalo benda yang satu ini pasti mudah kita temukan di rumah, selain biasa dipakai sebagai alat makan, sendok bebek oriental yang terbuat dari bahan keramik ini ternyata juga seringkali dipakai untuk alat kerokan. Karena dengan bentuk dan materialnya yang halus serta nyaman digenggam membuat mereka yang suka kerokan seringkali memilih sendok bebek oriental ini sebagai pengganti koin untuk kerokan.
Inovasi Pertama Kerokan Higienis Dan Aman
Kalo semua benda-benda tadi tentu saja belum memiliki balsem untuk kerokan, nah kini hadir sebuah inovasi pertama di Indonesia yaitu Qerik! Qerik dirancang untuk tetap melestarikan budaya kerokan agar tetap higienis dan aman karena personal.
Qerik hadir dengan desain tutup menyerupai cula badak yang aman dan nyaman ketika Anda melakukan proses kerokan. Dengan tube yang mudah digenggam karena disesuaikan dengan ukuran jari-jemari Anda, serta isi balsem yang mudah dikeluarkan dari tube pada saat proses kerikan. Sehingga kerikan lebih menyenangkan dan tak ribet.
Qerik original hadir dalam tube warna oranye dengan sensasi hangat yang tahan lama. Dengan hadirnya produk inovatif ini diharapkan masyarakat dapat tetap menikmati terapi kerokan tanpa was-was dan higienis. Saat ini Qerik sudah bisa Anda dapatkan di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia serta juga toko-toko di dekat Anda. Untuk info lebih lanjut, silahkan cek Instagram @Qerik.id dan Facebook Qerik.
Berita Terkait
-
Awalnya Masuk Angin, Pengakuan Ahmad Dhani Pernah Terpapar Covid-19
-
Sempat Positif Covid-19, Ahmad Dhani Sembuh usai Rutin Konsumsi Ini
-
Blak-blakan! Cerita Ahmad Dhani Terpapar Corona, Gejalanya Seperti Ini
-
Pernah Positif Covid-19, Ahmad Dhani: Saya Masuk Angin
-
Kronologis Ahmad Dhani Positif COVID-19
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh