Suara.com - Hilangnya libido pada laki-laki bisa menjadi salah satu penyebab masalah yang mempengaruhi hubungan seksual pasangan. Ada banyak faktor psikologis yang menyebabkan hasrat seks rendah, seperti stres, kelelahan, atau perubahan gaya hidup.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah menemukan bahwa konsumsi makanan tertentu bisa mempengaruhi tingkat libido dan diet bergizi juga dapat membantu meningkatkan stamina.
Makanan yang sehat untuk jantung juga baik untuk kehidupan seks seseorang. Termasuk buah-buahan dan sayuran, biji-bijian dan serat, minyak sehat, makanan laut, kacang-kacangan dan polong-polongan.
Salmon salah satunya yang paling populer dikonsumsi untuk memperbaiki hubungan seks karena diketahui memiliki asam lemak omega-3 dan vitamin penting lainnya, berguna untuk meningkatkan aliran darah yang sehat.
Sebagai alternatif, sumber seng non-makanan laut seperti daging merah, susu, kacang panggang, biji labu, kacang mete, almond, dan beberapa sereal.
Menurut Medical News Today, para peneliti juga telah menemukan bahwa mengonsumsi alpukat dikaitkan dengan penurunan risiko sindrom metabolik yang menjadi faktor risiko disfungsi ereksi. Alpukat sebagai sumber lemak yang sehat, juga dapat mengatur tekanan darah dan kadar kolesterol.
Selain itu, makan buah kaya flavonoid, seperti berries, jeruk, apel, anggur, cabai, anggur merah, teh dan anggur merah juga dikaitkan dengan pengurangan risiko DE.
Makanan lain yang tinggi nitrat, contohnya bayam, selada, lobak, seledri dan arugula juga cabai bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah yang akan mempengaruhi potensi libido.
Meski demikian, diet makanan sehat tidak selalu cukup untuk mengobati masalah libido. Pakar medis tetap merekomendasikan untuk berbicara dengan dokter jika libido tidak kunjung membaik, bahkan menimbulkan rasa sakit hingga impotensi.
Baca Juga: Pada Usia Ini Anda akan Rasakan Kenikmatan Hubungan Seks, Bukan 20-an!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?