Suara.com - Euforia masyarakat yang tinggi untuk melaksanakan kegiatan luar ruangan jangan sampai menurunkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto, masyarakat dikhawatirkan akan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan setelah level PPKM dan penyebaran COVID-19 di daerah mereka menurun, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.
"Kita harus menjaga euforia masyarakat di level saat ini agar tetap terkontrol prokesnya," kata Agus mengutip ANTARA.
Pengendalian COVID-19 saat Natal dan tahun baru pun menjadi penentu keberhasilan Indonesia dalam transisi menuju endemi. Menurutnya pemerintah harus memastikan kasus positif COVID-19 pada kedua perayaan tersebut tetap rendah.
Apalagi pada 2022, Indonesia akan melaksanakan Presidensi G20 di Bali. Sekitar 26 kegiatan bertaraf internasional akan diselenggarakan yang diharapkan tidak sampai terganggu oleh COVID-19.
"Presidensi G20 pada 2022 menjadi tantangan besar bagi kita, termasuk bagaimana di Nataru tidak terjadi lonjakan kasus dan sebagainya," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pada saat Natal dan tahun baru dan Presidensi G20 di Bali, pemerintah akan melakukan inovasi dengan penerapan ilmu yang tidak hanya datang dari sektor kesehatan.
Menggunakan pola kebijakan di luar rutinitas pun menjadi kunci bagaimana mengeluarkan Indonesia dari pandemi serta menyelamatkan perekonomian nasional.
"Kita juga harus disiplin dalam menerapkan PPKM sesuai level. Dan ini membutuhkan proses edukasi dan komunikasi yang baik untuk masyarakat," ucapnya.
Baca Juga: Umat Hindu di Bali Gelar Peringatan Hari Puputan Margarana
Berita Terkait
-
Kronologi Raffi Ahmad Ditegur Istana Hingga Dipolisikan, Kini Diragukan Jadi Utusan Khusus Presiden
-
Kemenkes RI Buka Suara Soal Varian Covid-19 Baru di Singapura, PPKM Bisa Kembali Berlaku?
-
COVID-19 Tinggi di Negara Tetangga, Komisi IX Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik
-
COVID-19 di Singapura dan Malaysia Naik Drastis, Kemenkes Minta Tetap Terapkan Prokes
-
Menkes Buat Protokol 6M 1S Untuk Hadapi Polusi Udara, Apa Itu?
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak