Suara.com - Saat ini, sudah banyak makanan Korea Selatan yang tersedia di Indonesia. Salah satu yang paling terkenal adalah kimchi.
Kimchi merupakan sayuran yang difermentasi, seperti kubis, lobak, dan daun bawang. Kemudian, sayuran itu diberi berbagai macam bumbu, seperti garam, gula, bawang merah, jahe, bawang putih dan cabai.
Di Korea Selatan, orang-orang sengaja mengawetkan sayuran karena beberapa sayuran memang tidak tersedia sepanjang tahunnya.
Sehingga, metode pengawetan ini cukup membantu mereka supaya bisa mengonsumsi makanan sehat sepanjang waktu.
Namun kimchi yang merupakan sayuran hasil fermentasi ini tidak hanya berbau harum, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi kimchi.
1. Menajaga kesehatan usus
Kimchi mengandung banyak probiotik, yakni bakteri baik yang hidup untuk menjaga sistem pencernaan Anda. Konsumsi kimchi sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus dengan membantu mencegah masalah pencernaan. Selain itu, probiotik dalam kimchi juga membantu mencegah banyak masalah kesehatan lainnya.
2. Meningkatkan kekebalan tubuh
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Antivirus Nabati untuk Lawan Varian Virus Corona Covid-19
Karena probiotik dalam kimchi bisa membantu meningkatkan sistem pencernaan, ini artinya juga bisa membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Apalagi, proses fermentasi dalam pembuatan kimchi juga menggunakan bakteri Lactobacillus yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan tingkat peradangan. Selain itu, vitamin C dalam kimchi juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Mengandung banyak nutrisi
Kimchi juga penuh dengan beta-karoten dan komponen antioksidan lainnya yang bisa membantu menurunkan risiko masalah kesehatan serius, seperti penyakit kardiovaskular (CVD), stroke, diabetes dan beberapa jenis kanker lainnya. Makanan ini juga merupakan sumber vitamin A, C dan K serta kalsium dan potassium.
4. Mengurangi peradangan tubuh
Kimchi juga memiliki sifat anti-inflamasi dari probiotik dan HDMPPA yang bisa mengurangi peradangan pada tubuh. Sebuah penelitian pada hewan di Journal of Microbiology, menemukan bahwa jenis probiotik spesifik dalam kimchi bisa melawan peradangan di usus.
5. Menurunkan berat badan
Banyak orang tertarik dengan metode penurunan berat badan di Korea. Ternyata, makanan fermentasi juga salah satu yang bisa membantu menurunkan berat badan.
Karena kimchi makanan fermentasi dengan kalori rendah, tinggi serat, dan banyak pribotik, maka mengonsumsi kimchi bisa membantu menjaga berat badan ekstra.
6. Meningkatkan kesehatan jantung
Penelitian telah menunjukkan bahwa makan Kimchi bisa mengurangi kadar kolesterol "jahat" (LDL) dalam tubuh. Pada gilirannya, hal ini bisa membantu menjaga atau meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, makan kimchi secara teratur juga dapat mengurangi peradangan, yang menjadi salah satu penyebab penyakit jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang