Suara.com - Ada orang yang terbiasa memulai hari dengan sarapan lengkap. Tapi sebagian orang mungkin merasa cukup hanya dengan menenggak kopi atau teh.
Terlepas dari menu apa yang dikonsumsi untuk memulai hari, tapi ternyata masih ada sejumlah mitos yang beredar mengenai sarapan. Dikutip dari All Recipes, berikut lima mitos tentang sarapan yang maaih banyak dipercaya.
1. Sarapan menjadi waktu makan terpenting
Fakta: Salah satu penelitian ada yang pernah menemukan kalau orang yang sarapan cenderung lebih sehat dibandingkan sekitar 20-an persen mereka yang melewatkan sarapan.
Penelitian observasional itu menunjukkan orang yang sarapan lebih mungkin sedikit terhindar dari penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi.
Tetapi, tidak jelas apakah sarapan menjadi rahasia terpenting yang menyebabkan hal tersebut. Apakah orang yang melakukan sarapan hanya memiliki lebih banyak kebiasaan baik, seperti berolahraga, tidak merokok, minum lebih sedikit alkohol, dan konsumsi makanan yang lebih baik secara keseluruhan.
Di sisi lain, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa melewatkan sarapan sesekali mungkin memiliki manfaat kesehatan juga. Intinya, tidak banyak bukti menyatakan sarapan lebih penting daripada waktu makan lainnya.
2. Menu sarapan kemasan lebih baik
Fakta: Menyajikan nuget dan sosis kemasan mungkin lebih mudah dibuat sebagai menu sarapan. Begitu juga dengan wafel, panekuk, dan kue-kue manis. Tetapi banyak makanan sarapan khas lainnya justru dicap memiliki reputasi buruk karena meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, darah tinggi, hingga kardivaskular.
3. Jus jeruk jadi menu sarapan yang sehat
Baca Juga: Kerap Diberi Makanan oleh Ibu Kos, Pria Ini Mengaku Terima Risiko Menyenangkan
Fakta: kebanyakan dokter mungkin akan merekomendasikan untuk lebih baik makan buah jeruk langsung. Sebab jus buah sarat dengan gula. Satu gelas jus jeruk delapan ons mengandung 23 gram gula (hampir 6 sendok teh), bahkan lebih dari dua kali lipat jeruk ukuran sedang.
Selain itu, semua serat pada jeruk bisa masuk ke dalam tubuh jika Anda mengonsumsinya dalam bentuk buah. Tentu juga masih tinggi vitamin C dan nutrisi penting lainnya.
4. Sarapan mencegah makan berlebihan sepanjang hari
Fakta: Penelitian di Cornell University menemukan hal sebaliknya dari teori di atas. Dalam studi tersebut, para peneliti lakukan studi terhadap orang yang biasa sarapan dan tidak selama tiga hari yang berbeda. Peneliti kemudian melihat pola makan dari kedua kelompok tersebut.
Hasilnya, orang-orang yang melewatkan sarapan memang lebih lapar saat siang. Tapi, mereka juga tidak makan berlebihan saat siang atau di sore hari. Faktanya, mereka justru makan sekitar 400 kalori lebih sedikit sehari daripada yang terbiasa sarapan.
5. Sarapan bantu menurunkan berat badan
Fakta: Dalam uji coba terkontrol secara acak selama empat bulan, para ilmuwan di University of Alabama di Birmingham menemukan bahwa sarapan tidak berpengaruh pada penurunan berat badan. Peserta kehilangan jumlah berat badan yang sama, terlepas dari mereka sarapan maupun tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya