Suara.com - Tes antibodi Covid-19 dilakukan untuk mengetahui perlindungan yang dimiliki seseorang dari infeksi virus Corona SARS-CoV-2. Biasanya tes antibodi dilakukan usai mendapat vaksinasi atau setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Saat ini, pemerintah tengah menjalankan survei antibodi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 bekerja sama dengan dinas kesehatan daerah. Program berjalan di 34 provinsi di Indonesia, dengan cakupan lebih dari 1.000 desa dan wilayah aglomerasi.
Survei ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekebalan komunitas (herd immunity) masyarakat terhadap pandemi COVID-19. Hasil survei inilah nantinya dapat memberikan informasi seberapa besar kekebalan komunitas yang telah terbentuk di Indonesia.
"Baik kekebalan karena infeksi alamiah, maupun yang didapat dari hasil vaksinasi. Sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berbasis data dan fakta," tutur juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.
Ia menjelaskan, bahwa program ini dijalankan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri serta didukung peneliti-peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia.
"Hasilnya, diperkirakan akan segera dianalisis dan dapat keluar hasilnya di minggu ketiga atau keempat di akhir tahun 2021," jelas Wiku.
Lalu, apakah saat ini Indonesia sudah mendekati herd immunity? Menurut Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa Indonesia belum mencapai target kekebalan kelompok atau herd immunity Covid-19.
Nadia menjelaskan, herd immunity hanya didapatkan dari proses vaksinasi terhadap minimal 70 persen dari total populasi, bukan karena terbentuk kekebalan secara alamiah karena terinfeksi Covid-19.
"Nah apakah kita sudah mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity tentunya secara teorinya ya belum, karena kekebalan kelompok itu dari upaya vaksinasi, vaksinasi kita belum sampai 70 persen," kata Nadia secara terpisah.
Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, Sekolah Diminta Lebih Aktif Lakukan Surveilans
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes itu menyebut meski orang yang sudah terinfeksi dan sembuh juga memiliki antibodi terhadap Covid-19, tingkat kekebalannya berbeda dengan proses vaksinasi.
"Walaupun mungkin sudah ada orang yang memiliki kekebalan atau imunitas dari terinfeksi alamiah, tapi itu tidak menjadi faktor dalam perhitungan target vaksinasi untuk bisa mengendalikan atau menurunkan laju penularan, walaupun itu juga berkontribusi, tapi 70 persen itu adalah herd immunity dari vaksinasi," jelasnya.
Berita Terkait
-
RSDC Wisma Atlet Kemayoran Resmi Ditutup Hari Ini, Nakes dan Relawan Purna Tugas
-
Satgas Covid-19: Subvarian XBB Merebak, Prokes Liburan Akhir Tahun Harus Diperketat
-
Pandemi Covid-19 Terkendali, PB IDI Wanti-wanti Masyarakat: Jangan Terlalu Euforia
-
Satgas Covid-19: Lebih dari 61 Juta Jiwa Sudah Terima Vaksin Dosis Ketiga
-
Positivity Rate di Indonesia Naik, Kok Kepatuhan Melakukan Protokol Kesehatan Malah Turun?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat