Suara.com - Update Covid-19 global hari ini mencatat pertambahan sebanyak 618.284 kasus dalam sehari. Angka kematian juga masih bertambah sebanyak 7.608 jiwa selama 24 jam terakhir.
Dipantau dari situs worldometers, kasus baru paling banyak terjadi di Amerika Serikat yang melaporkan 97.623 kasus. Kasus baru terbanyak lainnya didominasi negara Eropa, yakni Jerman yang alami rekor dengan 73.966 kasus dalam satu hari, disusul Inggris yang melaporkan 43.676 kasus, Rusia 33.558 kasus, dan Perancis 32.591 kasus.
Amerika Serikat juga melaporkan angka kematian harian terbanyak dengan 1.458 jiwa.
Data akumulasi kasus Covid-19 per Kamis (25/11) pukul 07.15 WIB pada situs worldometers tercatat 259,67 juta dengan kematian lebih dari 5,19 juta jiwa.
Amerika Serikat tidak hanya alami kenaikan kasus positif Covid-19 pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Laporan dari The American Academy of Pediatrics bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Anak melaporkan bahwa terjadi kenaikan kasus Covid-19 pada anak sebanyak 32 persen dalam dua minggu terakhir.
Kedua lembaga tersebut menggunakan data kasus tingkat negara, mencatat hampir 6,8 juta anak telah diuji positif terinfeksi virus corona sejak awal pandemi, menurut data per 18 November 2021.
"Minggu ini hampir 142.000 kasus anak bertambah, meningkat sekitar 32 persen dari dua minggu lalu," tulis lembaga tersebut, dikutip dari Fox News.
Secara jumlah, kasus Covid-19 pada anak di AS sebenarnya telah menurun dibandingkan puncak kasus mingguan yang mencapai 252.000 pada 2 September. Meski begitu, kedua lembaga menekankan kasus Covid-19 pada anak saat ini masih tetap tinggi.
Selama 15 minggu berturut-turut, kasus Covid-19 anak di atas 100.000. Sehingga, sejak minggu pertama September lalu telah bertambah lebih dari 1,7 juta kasus baru pada anak.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Lebih dari Setengah Kasus Baru Ada di Eropa
Sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu, kasus positif pada anak mencapai 16,9 persen dari akumulasi data di AS. Sementara itu, saat ini, kasus Covid-19 anak-anak telah mendominasi 25,1 persen dari kasus mingguan.
Di sisi lain, data yang tersedia menunjukkan bahwa rawat inap dan angka kematian pada anak akibat Covid-19 jarang terjadi.
"Namun, ada kebutuhan mendesak untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang dampak jangka panjang pandemi pada anak. Termasuk cara virus dapat membahayakan kesehatan fisik jangka panjang anak-anak yang terinfeksi, serta efek kesehatan emosional dan mentalnya," kata para ilmuwan.
Tingkat rawat inap terkait Covid-19 juga lebih rendah pada anak-anak dibandingkan dengan pasien orang dewasa. Meskipun beberapa anak mengalami gejala akut atau busa jadi berkembang menjadi Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?