Suara.com - Melakukan aktivitas produktif seringkali tidak lepas dari stres. Emosional negatif ini terjadi ketika seseorang mengalami beban yang berat, mulai dari tanggung jawab pekerjaan hingga tugas-tugas sekolah.
Saat mengalami stres dan sulit dikontrol, terkadang seorang sulit untuk berpikir jernih. Padahal, saat stres, kondisi itu bisa menghambat aktivitas.
Meski demikian, ada lima manajemen stres yang bisa diakukan di rumah, seperti dilansir dari Healthshots. Simak ulasannya!
Lakukan perawatan wajah
Salah satu bentuk manajemen stres sekaligus me time adalah, dengan melakukan perawatan wajah, baik itu di malam hari atau sepanjang hari. Tentu Anda bisa coba memijat area wajah dengan krim atau minyak. Dengan melakukan perawatan wajah, ini dapat membantu Anda untuk menenangkan saraf sekaligus melepaskan hormon stres. Selain itu, manajemen stres ini disebut ampuh untuk berpikir jernih. Jadi, cobalah lakukan teknik ini setidaknya 3-5 menit.
Lakukan teknik pernapasan
Cara sederhana untuk manajemen stres adalah, dengan melakukan teknik pernapasan. Teknik ini dikatakan dapat membantu Anda untuk kembali fokus pada pikiran serta tubuh. Dari teknik tersebut, Anda bisa lakukan tarikan napas selama empat hitungan, tahan selama empat hitungan, lalu hembuskan selama empat hitungan. Lakukan teknik ini secara konsisten sebanyak 21 kali setiap hari ya.
Manjakan indera penciuman
Mencium wewangian memiliki kemampuan untuk menyembuhkan sekaligus membantu menghilangkan stres pada pikiran dan juga tubuh. Untuk memanjakan indera penciuman, Anda bisa oleskan cairan aroma pada pergelangan tangan atau di bawah hidung. Setelah itu, tutup mata Anda saat melakukan teknik ini.
Baca Juga: Anak yang Stres Berisiko Alami Gangguan Mental, Begini Cara Mencegahnya
Lakukan teknik meditasi
Meditasi tidak selalu harus dilakukan di ruangan tertutup atau dengan lampu mati. Tetapi, Anda bisa lakukan dengan cara melatih perhatian, yang bisa dilakukan di alam sekitar. Dengan meditasi, ini membantu Anda untuk melepaskan ketegangan sekaligus membantu Anda menjadi lebih fokus.
Menulis jurnal
Mungkin Anda sudah pernah mendengar apa itu menulis jurnal. Ya, menulis jurnal disebut mampu melepaskan hormon ketegangan dan juga stres. Selain itu, menulis jurnal dapat menjadi terapi untuk melepaskan emosi negatif dan juga keresahan yang Anda rasakan. Dengan menulis jurnal, Anda bisa tuliskan beberapa pemikiran atau mencatat kekurangan dan kelebihan sebagai bahan evaluasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
Terkini
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa