Suara.com - Tanpa kita sadari, sejumlah hal yang dilakukan sehari-hari merupakan kebiasaan buruk yang seharusnya dihentikan.
Sebab, kebiasaan-kebiasaan buruk ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang bisa menyerang tubuh maupun pikiran.
Lalu, apa saja kebiasaan buruk yang perlu dihentikan sekarang juga?
1. Menggigit kuku
Mengutip Times of India, menggigit kuu merupakan kebiasaan buruk yang dapat membahayakan diri Anda.
Kebiasaan ini terjadi ketika seseorang mengalami kecemasan dan kekhawatiran. Jika dilakukan terus menerus, tentu dapat berisiko pada infeksi, kutil periungual, herpetic whitlow, hingga peradangan pada kuku.
2. Hidup dengan orang yang suka mengkritik
Mengkritik dengan cara positif tidak ada salahnya jika ini memengaruhi perkembangan diri Anda. Tetapi, jika Anda hidup bersama orang yang suka mengkritik, apalagi jika kritikannya itu malah menyakitkan, sebaiknya jauhi dari sekarang.
3. Suka terlambat
Baca Juga: Bukan Cuma Manusia, Lingkungan Juga Perlu Dijaga Kesehatannya
Kebiasaan datang terlambat ke acara penting atau ke tempat kerja, akan memengaruhi produktivitas Anda. Jika terus dilakukan, ini dapat menyulitkan diri sendiri. Ditambah, Anda akan bermasalah dengan orang sekitar di tempat kerja bila terus datang terlambat.
4. Suka menunda
Kebiasaan buruk seperti menunda dapat menghambat perkembangan Anda. Salah satunya, Anda lebih memilih menunda pekerjaan untuk melakukan hal lain sebelum tanggung jawab itu selesai. Daripada membuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, baiknya selesaikan tanggung jawab Anda dulu sebelum bersantai sejenak.
5. Berkencan dengan orang yang salah
Apakah Anda selalu dicampakkan oleh pasangan setelah menjalin hubungan? Bisa saja ini kebiasaan buruk Anda saat terjebak di orang yang salah. Padahal, masih banyak orang baik yang mungkin lebih baik buat Anda. Tapi, Anda lebih memilih pada orang yang salah. Jadi dari sekarang, berkencan lah dengan orang yang membuat Anda bahagia dan merasa dicintai.
Berita Terkait
-
Ramadan dan Gaya Hidup Konsumtif: Mengapa Keuangan Jadi Kacau?
-
Investasi Mengejutkan Cristiano Ronaldo: Mengubah Nutrisi Jadi Bisnis Teknologi Masa Depan
-
Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026 Hadirkan Kebaruan dengan Tema Sophisticated
-
Ini Trik Rahasia Anak Muda Sukses Kelola Uang Tanpa Korban Gaya Hidup Santai
-
Hidup dari Standar Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kebahagiaan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker